Mudik Lebaran 2019

Begini Tren Perubahan Arus Mudik di Tahun 2019 versi Polri

ada kecenderungan masyarakat menggunakan kendaraan pribadinya untuk mudik ke kampung halaman.

Begini Tren Perubahan Arus Mudik di Tahun 2019 versi Polri
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
ilustrasi.Petugas kepolisian mengatur pemberlakuan contra flow di ruas jalan Tol Semarang Bawen, Jawa Tengah, Jum'at (31/5/2019). Untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik pihak Jasa Marga bekerjasama dengan Dirlantas Jawa Tengah memberlakukan sistem contra flow dari km 426 sampai km 433 ruas Tol Semarang Bawen. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri melihat adanya tren perubahan dalam arus mudik Lebaran 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut perubahan terjadi dengan adanya peningkatan penggunaan moda transportasi darat dibanding udara.

"Tren perubahannya saya rasa untuk peningkatan penggunaan moda transportasi darat alami peningkatan dibandingkan dengan moda transportasi udara," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

Selain itu, ada kecenderungan masyarakat menggunakan kendaraan pribadinya untuk mudik ke kampung halaman.

Tercatat ada peningkatan 23 persen penggunaan kendaraan pribadi dari tahun 2018, baik motor maupun mobil.

Baca: Angka Kecelakaan Lalin Turun Hingga 62 Persen, Polri: Didominasi Kendaraan Roda Dua

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu juga menyoroti penurunan angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2019 yang dihitung sejak tanggal 29 Mei hingga tanggal 7 Juni 2019 ini.

Tercatat ada 62 persen penurunan angka kecelakaan lalin serta 59 persen penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalin.

Adapun kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang terbanyak atas angka kecelakaan lalin.

"Kalau angka kecelakaan lalu lintas memang paling banyak roda dua, tapi jumlah korban meninggal dunia fatalitas adalah kendaraan roda empat," ucapnya.

Lebih lanjut, Polri melihat penurunan angka kecelakaan salah satunya diakibatkan oleh adanya upaya kepolisian dalam merekayasa arus lalu lintas.

Sehingga, kata jenderal bintang satu itu, kepadatan di jalanan terpecah dan menyebabkan kemungkinan kecelakaan berkurang.

Ia juga melihat hal ini berarti ada kepedulian masyarakat terkait keselamatan berkendara yang meningkat.

"Salah satu penyebabnya strategi rekayasa lalin menyebabkan penurunan cukup signifikan. Kemudian memperbanyak pospam-pospam di black spot yang menjadi rawan kecelakaan lalin," jelas Dedi.

"Dengan jumlah korban meninggal dunia yang berkurang, kecelakaan lalin yang berkurang, (artinya) kepedulian masyarakat semakin meningkat," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved