Ujaran Kebencian

Alasan Ahmad Dhani Satu Sel dengan Narapidana Kasus Perselingkuhan

Ahmad Dhani kabarnya akan satu sel dengan terpidana kasua pencurian dan perselingkuhan. Hal tersebut dimaksudkan agar tak terjadi konflik.

Alasan Ahmad Dhani Satu Sel dengan Narapidana Kasus Perselingkuhan
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik, Ahmad Dhani Prasetyo usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahmad Dhani kabarnya akan satu sel dengan terpidana kasua pencurian dan perselingkuhan. Hal tersebut dimaksudkan agar tak terjadi konflik.

"Tentunya (satu sel) golongan orang yang biasa-biasa saja. Mungkin dia perkaranya pencurian, perselingkuhan gitu-gitu yang tidak memiliki potensi untuk melakukan tindak kekerasan atau konflik," ujar Kepala Rutan Cipinang, Oga Darmawan di Rutan Cipinang Jakarta Timur, Kamis (13/6/2019).

Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Ahmad Dhani yang memiliki latar belakang politik, dihindari dari tahanan yang memiliki pandangan politik berbeda dengan dirinya.

"Tentunya ia yang seorang publik figur, kemudian juga beliau punya latar belakang politik ya. Tentunya jangan sampai di dalam satu kamar itu ada yg berbeda pandangan politik," ujar Oga.

Baca: Setibanya di Rutan Cipinang, Dokter Langsung Cek Kesehatan Ahmad Dhani

"Sehingga nanti menimbulkan gejolak. Percikan sedikit saja bisa membuat permasalahan ya," lanjutnya.

Ahmad Dhani baru saja kembali ke LP Cipinang usai menjalani masa persidangan di Surabaya atas kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya.

Pentolan band Dewa 19 itu akan kembali menjalani masa tahanan atas kasus ujaran kebencian yang ia lakukan melalui cuitan di Twitter beberapa tahun lalu.

Kabarnya pihak keluarga akan segera menjenguk Ahmad Dhani yang sudah berada di LP Cipinang sejak pagi tadi.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved