Megawati Ingin Pensiun, Organisasi Relawan Ajukan Puan Maharani dan Jokowi Sebagai Pengganti

Sinyal tersebut diperkuat dengan dengan rencana loyalis PDI Perjuangan untuk mempercepat penyelenggaraan Kongres V.

Megawati Ingin Pensiun, Organisasi Relawan Ajukan Puan Maharani dan Jokowi Sebagai Pengganti
net
Megawati dan Puan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pada akhir tahun 2018 lalu pernah menyatakan keinginannya untuk pensiun dari jabatan ketua umum partai berlambang banteng yang diembannya sejak tahun 1993 tersebut.

Sinyal tersebut diperkuat dengan dengan rencana loyalis PDI Perjuangan untuk mempercepat penyelenggaraan Kongres V.

Ketua organisasi relawan PDI Perjuangan bernama Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara), Budi Mulyawan mengatakan jika regenerasi pimpinan partai tak dapat dielakkan jangan sampai keluar dari ideologi partai dan cita-cita luhur Bung Karno untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Budi mengatakan peluang Megawati untuk tetap menjabat sebagai ketua umum PDI Perjuangan masih terbuka, namun pintu untuk hadirnya pemimpin baru di PDI Perjuangan juga terbuka lebar.

Megawati dan Puan makan pecel
Megawati dan Puan makan pecel (Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

Dan menurutnya nama yang cocok untuk menggantikan Megawati adalah sang anak yaitu Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan menjadi kandidat kuat Ketua Umum DPR RI periode 2019-2024.

Baca: BPN Sebut Jawaban KPU dan Tim Jokowi-Maruf di MK Standar

“Nama Puan paling representatif mewarisi ideologis trah Soekarno selain beliau memang anak kandung dari Megawati, suka tak suka PDI Perjuangan lekat dengan ideologis Soekarno dan tradisi Marhaen. Megawati melalui Puan bisa tetap menjaga PDI Perjuangan kuat di segala kondisi baik sebagai partai penguasa atau oposisi yang selama ini dilakukannya,” ungkap Budi di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Dan kandidat lain menurut Budi tak lain adalah sosok Joko Widodo.

“Jokowi memadu mempersonifikasikan sikap politik kerakyatan yang selama ini menjadi nafas PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Megawati dan Jokowi
Megawati dan Jokowi (DOKUMENTASI TRIBUNNEWS)

Budi mengungkapkan selain agenda pembahasan posisi ketua umum, ada sejumlah pembahasan lain yang juga penting dibahas dalam Kongres V PDI Perjuangan tersebut antara lain penyempurnaan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) partai agar tidak menjadi alat kekuasaan dan kepentingan sesaat, memperdayakan ekonomi untuk kepentingan kesejahteraan para kader baik di tingkat atas hingga ditingkat bawah, dan pemberdayaan sayap partai agar menjadi mesin politik yang masif dan terprogram.

Jika hal ini diperhatikan, Budi yakin PDI Perjuangan di pemilu akan datang akan menjadi satu-satunya partai yang sukses baik secara politik maupun ekonomi secara menyeluruh.

Sebelumnya PDI Perjuangan mengumumkan adanya percepatan Kongres V PDI Perjuangan di Bali yang sedianya dihelat 2020 menjadi dilaksanakan Agustus tahun ini.

Sebelum penyelenggaraan kongres itu, PDI Perjuangan akan terlebih dulu menggelar Rakernas IV di Jakarta.

Undangan Rakernas diteken Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved