Kasus Suap di Kementerian Agama

‎Dalam Persidangan Saksi Noerman Mengaku Gunakan Uang Suap Romahurmuziy untuk Biaya Jadi Caleg

Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Noerman Zanehdi mengakui mendapat titipan uang dari terdakwa kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, Haris.

‎Dalam Persidangan Saksi Noerman Mengaku Gunakan Uang Suap Romahurmuziy untuk Biaya Jadi Caleg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (kanan) tiba Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, di Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019). Romahurmuziy memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman dalam kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Noerman Zanehdi mengakui mendapat titipan uang dari terdakwa kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, Haris Hasanuddin.

Pengakuan ini disampaikan Noerman saat menjadi saksi untuk terdakwa Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur (nonaktif) Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik (nonaktif) Muhammad Muafad Wirahadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Menurut Noerman ‎awalnya, titipan itu hendak diberikan kepada Ketua Umum PPP saat itu, Romahurmuziy (Rommy) di kediaman Rommy.

Namun Rommy menolak dan minta agar uang dikembalikan kepada Haris.

Bukannya dikembalikan, uang Rp 250 juta itu malah dipakai Noerman untuk biaya nyaleg mulai dari keliling di tiga dapil hingga memesan baliho.

Baca: PAW Patrol Live! “Race to the Rescue” Datang ke Indonesia, Yuk Ajak Anak Anda Nonton!

Baca: Tuding Keputusan MK Tak Adil, Din Syamsudin Diminta Mundur dari Anggota Majelis Wali Amanat ITB

Baca: Tidak Kooperatif, Polisi Masih Tolak Penangguhan Penahanan Kivlan Zen

"Uang habis saya pakai, 75 untuk pesan baliho, atribut partai, bayar saksi dan pertemuan keliling 3 dapil," ucap Noerman

Setelah uang habis, Noerman berniat menceritakan kepada Haris soal penggunaan uang tersebut.

Namun belum sempat bertemu, Haris lebih dulu diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca OTT di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). KPK menahan Ketum PPP yang juga anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang sebanyak Rp 156 juta terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca OTT di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). KPK menahan Ketum PPP yang juga anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang sebanyak Rp 156 juta terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Kenapa tidak bilang via WA kalau pakai uang itu?" tanya jaksa penuntut umum pada Noerman.

Halaman
123
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved