Polisi Kedepankan Pendekatan Persuasif Selesaikan Konflik di Mesuji

Mabes Polri menegaskan akan menggunakan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik agraria yang berujung pada bentrokan antarwarga di Mesuji

Polisi Kedepankan Pendekatan Persuasif Selesaikan Konflik di Mesuji
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menegaskan akan menggunakan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik agraria yang berujung pada bentrokan antarwarga di Mesuji, Lampung.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kali ini pihaknya tidak mengedepankan penegakan hukum seperti saat menangani konflik di Jambi.

"Mesuji punya catatan sejarah yang berbeda. Artinya ketika konflik itu antara satu kelompok dengan kelompok yang lain itu diselesaikan hanya dengan pendekatan penegakan hukum semata kepada salah satu pihak, maka boleh dikatakan konflik itu tidak langsung berhenti pada saat itu juga," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalam Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Dengan kondisi dan situasi di Mesuji, ia menilai perlu ada pendekatan yang lebih lunak demi mendinginkan konflik yang terjadi.

Baca: Reaksi PDIP soal Sinyal Dukungan NasDem ke Anies Baswedan untuk Pilpres 2024

Baca: Profil Budi Gunawan, Kepala BIN yang Hadir di Pertemuan Jokowi-Prabowo, Kini Megawati-Prabowo

Baca: Hakim MK Ingatkan Saksi: Kalau Sumpahnya Bohong, Neraka Saja Tidak Mau Terima

Baca: Idul Adha Momentum Untuk Berlomba-lomba Berkurban, Jangan Ada Pembatasan

"Memang ada banyak korban, ada 13 korban yang meninggal dunia dari kedua belah pihak. Setelah cooling down ya kemudian kita melakukan pendekatan-pendekatan persuasif yang secara komprehensif dengan mengkomunikasikan melalui pemerintah daerah, aparat, dan tokoh kedua pihak," kata dia.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut harus ada komunikasi dari kedua belah pihak secara intens.

Barulah kemudian dilakukan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum.

Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, adalah Kapolda, Pangdam, dan Gubernur setempat datang menemui dan berkomunikasi pada masyarakat yang berkonflik di Mesuji.

"Kalau situasi sudah cooling down ada komunikasi yang intens, baru ada penegakan hukum akan dilakukan kepada para pihak yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. Hal ini dalam rangka memitigasi juga agar peristiwa terkait maslah konflik agraria ini tidak terjadi lagi dikemudian hari," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved