Waspada, Ada Spyware Pencuri Data yang Tertanam di Aplikasi Smartphone

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menginatkan masyarakat pengguna telepon pintar agar bijak mengunduh aplikasi

Waspada, Ada Spyware Pencuri Data yang Tertanam di Aplikasi Smartphone
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam diskusi di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mewanti-wanti publik pengguna telepon pintar agar bijak mengunduh aplikasi ataupun berselancar di dunia maya.

Alasannya Kemenkominfo baru-baru ini mendapati sebuah software malicious atau aplikasi berbahaya, karena menyasar data penggunanya.

Hal ini diungkap Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan di sela-sela diskusi di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat.

"Software-software yang berbahaya, malicious software. Ini sekarang terjadi, kita mungkin nggak sadar," katanya di lokasi, Rabu (24/7/2019).

Baca: Nunung Akui Gunakan Sabu Karena Mengalami Depresi Psikosomatis, Kenali Tanda-Tandanya

Baca: 9 Makanan Khas Jawa yang Digemari Presiden Jokowi

Baca: Jualan Truk Quester, Tiga Varian Ini Jadi yang Terlaris di Astra UD Trucks

Baca: Pria di Pontianak Dikeroyok 5 Orang dan Mobilnya Dirampas, Pelaku Diduga Debt Collector

Software atau aplikasi tersebut merupakan jenis spyware.

Yakni sebuah perangkat lunak yang bertugas untuk memantau dan memata-matai aktivitas pengguna internet.

Spyware ini, kata Samuel, tertanam pada sebuah aplikasi tertentu yang akan bekerja ketika pengguna menginstal aplikasi tersebut ke dalam smartphone.

Kemudian tanpa disadari, spyware ini bekerja secara diam-diam merekam dan mengambil data penggunanya untuk diteruskan ke oknum pengembang aplikasi tersebut.

"Saya baru tahu, dan lagi diselidikin ini namanya spyware, itu ada di hape kita. Dia ngambil data kita. Dia nggak mencuri uang atau apa, dia hanya (mengambil) data saja. Dimainin datanya," terang dia.

Namun, Samuel tidak merinci secara jelas apa nama dan jenis software yang dimaksud.

Kini pihak Kemenkominfo sedang menyelidiki guna mencari tahu lebih jauh bagaimana potensi-potensi yang ditimbulkan dari software berjenis spyware itu.

"Kita kan nggak ngerasa ada kerugian. Pihak yang lagi menanam itu mengumpulkan data. Mereka juga belum tau apakah digunakan sekarang atau nggak yang penting dia sudah punya data dulu," ucap Samuel.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved