Program Quick Win Jadi Akselerator Pengembangan Destinasi Super Prioritas Toba

Irfan Wahid ditunjuk sebagai koordinator yang akan memimpin program quick win pengembangan potensi destinasi wisata

Program Quick Win Jadi Akselerator Pengembangan Destinasi Super Prioritas Toba
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Penampilan perahu hias nuansa kemerdekaan pada pembukaan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2016). Acara karnaval yang dikemas dengan pertunjukan seni dan budaya adat Batak dari sejumlah Provinsi di Sumut yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo tersebut guna upaya mempromosikan tujuan wisata di daerah itu. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang mengoordinasi sektor pariwisata merespons cepat program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang menyasar lima destinasi, yaitu kawasan Danau Toba, Borobudur, Manado, Mandalika, dan Labuan Bajo yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Guna mendukung program Presiden Jokowi tersebut Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman langsung membentuk tim berorientasi "Quick Win" guna mengakselerasi pengembangan potensi berbagai destinasi wisata tersebut.

Tim tersebut bekerja pararel mendukung Badan Otorita Pariwisata yang sudah lebih dahulu ada di sejumlah destinasi tersebut.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Presiden Jokowi menginginkan wisatawan yang sudah berkunjung ke destinasi tersebut dapat terkesan dan menyampaikan kesan baik kepada banyak orang.

Baca: Menhub Budi Karya: Pembangunan Infrastruktur di Danau Toba untuk Mendukung Pariwisata Nasional

Baca: Kemenhub Alokasikan Rp 600 Miliar untuk Mempersolek Danau Toba Jadi Bali Baru

Baca: Menteri Perhubungan Cek Pembangunan Sejumlah Pelabuhan di Danau Toba

Untuk itu, Luhut mengatakan pihaknya harus bergerak cepat, mengingat sektor pariwisata terbukti paling cepat dalam menghasilkan devisa untuk negara.

"Karena itulah program Quick win ini menjadi sangat strategis dalam menggenjot jumlah kunjungan wisman di Indonesia,” ujar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam keterangan yang diterima.

Menko Kemaritiman pun menunjuk anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid sebagai koordinator yang akan memimpin program quick win pengembangan potensi destinasi wisata ini.

Program quick win tersebut berfokus pada optimasi destinasi wisata yang sudah ada maupun belum tergali dengan maksimal di lima destinasi di atas dengan memanfaatkan pendekatan “storynomics tourism” yang dicetuskan Irfan Wahid.

Irfan Wahid mengatakan, gerak cepat telah dilakukan.

Baca: Menpar Minta Lulusan Poltekpar Medan Kelola Danau Toba Agar Jadi Destinasi Kelas Dunia

Baca: Jadi Destinasi Prioritas, Danau Toba Segera Jalankan Strategi Kekinian

Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga terkait, pemda sekitar kawasan Toba, serta peran komunitas lokal dalam hal ini BUMDes dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola destinasi wisata.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved