Kemenhub Alokasikan Rp 600 Miliar untuk Mempersolek Danau Toba Jadi 'Bali Baru'

Kemenhub menginvestasikan dana sekitar Rp 600 miliar untuk menjadikan Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai destinasi wisata prioritas

Kemenhub Alokasikan Rp 600 Miliar untuk Mempersolek Danau Toba Jadi 'Bali Baru'
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Menhub Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Muara, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Minggu (28/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginvestasikan dana sekitar Rp 600 miliar untuk menjadikan Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai destinasi wisata prioritas atau yang kerap disebut "Bali Baru".

"(Investasi,-red) Rp 500-600 miliar dari Kemenhub. Di luar (pembangunan,-red) bandara," kata Menhub, Budi Karya Sumadi, di Pelabuhan Muara, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (28/7/2019).

Saat ini, pemerintah telah membangun pelabuhan penyebrangan di delapan lokasi pelabuhan utama di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, yaitu Pelabuhan Ajibata, Ambarita, Simanindo, Tigaras, Muara, Balige, Tongging, dan Marbun Toruan.

Baca: Harapan Tora Sudiro Untuk Jefry Nichol dan Nunung yang Kini Terjerat Kasus Narkoba

Baca: PKS Dukung KPK Agar Partai Politik Tidak Mencalonkan Mantan Koruptor Jadi Kepala Daerah

Baca: Kemarahan Sintong Panjaitan Saat Benny Moerdani Tolak Pakai Baret Kopassus Karena Merasa Kecewa

Baca: Tahu Istri Nikah Lagi, Sodikin Nekat Akhiri Hidup dengan Cara Gantung Diri

Selain itu, pemerintah juga akan menambah jumlah kapal yang untuk mengangkut penumpang menuju ke Pulau Samosir atau berwisata di Danau Toba.

Diantaranya mengoperasikan dua unit bus air yang masing-masing unit seharga Rp 11 Miliar.

Satu unit bus air itu dapat mengangkut 50 orang, 36 sepeda motor, dan tiga unit kendaraan roda empat.

"Armada sekarang yang sudah ada kapasitas 200 orang dan mobil 20 unit. Itu 300 GT (gross tonnage,-red). Kami akan bangun 200 GT. Kapasitas sedikit, tetapi muat juga. Dan ada bus air dua lagi jadi semua lima," kata dia.

Selain membangun lima kapal, Kemenhub juga akan memberdayakan kapal-kapal lainnya milik warga yang sudah beroperasi sebelumnya

"Ini bagian dari penghidupan masyarakat. Jadi, kita harus konsen juga bahwa masyarakat tidak boleh tersingkirkan. Kami cukup buat kapal-kapal yang besar, tetapi kapal kecil masyarakat operasikan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved