Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Anggota Komisi VII DPR Menilai PLN Sudah Tidak Fokus Sejak 12 Bulan Terakhir

Ridwan Hisjam mengatakan kasus pemadaman listrik ada kaitannya dengan Mantan Direktur PLN Sofyan Basir yang terjerat kasus suap.

Anggota Komisi VII DPR Menilai PLN Sudah Tidak Fokus Sejak 12 Bulan Terakhir
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Warga beraktifitas menggunakan penerangan lilin dan lampu darurat, di wilayah Karet Tengsin Jakarta, Minggu malam (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII Ridwan Hisjam mengatakan kasus pemadaman listrik ada kaitannya dengan Mantan Direktur PLN Sofyan Basir yang terjerat kasus suap.

Menurut politikus Golkar itu, sejak Sofyan sering dipanggil saksi di KPK, kinerja PLN menjadi tidak fokus.

"Ini saya melihat sejak 12 bulan terakhir, sejak dirut PLN Sofyan Basir jadi saksi di KPK, direksi PLN sudah tidak fokus kerjanya. Ini terlihat kalau rapat dengan Komisi VII DPR. Saling lempar-melempar, tidak ada yang berani ambil keputusan," katanya saat dihubungi, Senin (5/8/2019).

Baca: Jokowi Minta Plt Dirut PLN untuk Pakai Cara Apapun agar Listrik Normal Kembali

Baca: PLN Janji Kurangi Tagihan Listrik, Berikut Besarannya

Baca: Listrik Padam Massal, Sofyan Basir: Tak Perlu Swastanisasi Listrik

Tidak adanya yang berani mengambil keputusan menyebabkan tak ada yang berani mengerjakan proyek jaringan meski sudah ditenderkan.

Padahal waktu pengerjaan jaringan hanya memakan waktu tiga sampai 6 bulan.

"Harusnya sudah selesai dan tidak mesti sampai terjadi blackout seperti ini kalau dikerjakan dari kemarin. Padahal ini RUPTL 2019," katanya.

Menurut dia, seharusnya sudah ada pengerjaan jaringan 500 kv dari Unggaran ke Bekasi.

Proyek tersebut hingga saat ini belum disentuh, sehingga, aliran listrik lebih banyak dibebankan ke jaringan di wilayah selatan.

"Sampai sekarang belum dijalankan, makanya terus dibelokkan ke selatan, selatan sedang perbaikan, lalu ya jebol karena memang tidak kuat," pungkasnya.

Sebelumnya, pemadaman listrik terjadi di wilayah DKI Jakarta serta sebagian wilayah Jawa Barat karena adanya gangguan sejumlah pembangkit sejak Minggu, (4/8/2019) pukul 11.50 Wib siang .
Meski malam hari listrik di sebagian wilayah Jakarta kembali menyala, pada Senin pagi listrik kembali padam.

Padamnya listrik tersebut terjadi akibat Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami gangguan, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off). Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip.

Untuk Wilayah Jawa Barat menurutnya terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV, yang mengakibatkan padamnya sejumlah wilayah diantaranya, Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

Pihak PLN menyampaikan permintaan maaf akibat pemadaman listrik yang terjadi tersebut.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved