Komnas HAM: Lubang Galian Tambang Batubara di Kalimantan Timur Tewaskan 35 Anak

"Sebanyak 35 anak (meninggal), lebih dari 5 tahun, cuma kan terus menerus," ujar komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Gedung Merah Putih KPK

Komnas HAM: Lubang Galian Tambang Batubara di Kalimantan Timur Tewaskan 35 Anak
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM menemukan 35 nyawa anak-anak melayang akibat aktivitas tambang batubara di Kalimantan Timur yang menyisakan ratusan lubang bekas galian yang menganga.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut hal tersebut sudah terjadi dalam rentang 5 tahun ke belakang. "Sebanyak 35 anak (meninggal), lebih dari 5 tahun, cuma kan terus menerus," ujar Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Selain timbulnya korban jiwa, Anam juga melihat adanya indikasi korupsi dibalik pengrusakan alam di Kaltim tersebut.

Pihaknya mengajak KPK untuk dapat bekerjasama melihat lubang tambang menganga di Kaltim dengan dua narasi, yakni narasi hak asasi manusia dan narasi antikorupsi. 

Baca: Pilihan MPV Berharga Murah di Jawa Barat

"Kalau yang Komnas HAM temukan adalah, tidak mungkin ada korban pelanggaran kalau tidak ada lubang. Nggak mungkin ada lubang kalau tidak ada pengelolaan yang salah. Nggak mungkin ada yang salah kalau nggak ada korupsi. Jadi ini rangkaian begitu," tegas Anam.

Komnas HAM mengajak KPK berani mengambil langkah penindakan. Pihaknya akan mendesak KPK melakukan penghitungan kerugian negara akibat lubang tambang di Kaltim.

Baca: Mobil Pintar Ini Bisa Jadi Penolong Saat di Rumah Mati Listrik

Anam juga menyatakan pihaknya elah menemukan satu proses pengawasan yang lemah yang mengakibatkan banyak lubang bekas tambang tak terurus.

"Yang indikasinya memang kelemahan-kelemahan ini bukan praktek biasa, ini praktek yang sistematis, memang disengaja lemah," ujarnya.

"Dalam prakteknya juga kelihatan banget, gampang aja, ada aturan hukum bikin tambang tidak boleh lebih pendek, minimal 500 meter dari perkampungan, dari hunian penduduk. Yang ada, ada 20 meter dari penduduk, itu kan gila, ada prakteknya," tegas Anam kembali.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved