Minta Polemik Disudahi, Pengamat Ini Jagokan Airlangga Hartarto Pimpin Partai Golkar

Badai mendera Partai Golkar saat ketua umumnya Setya Novanto ditangkap KPK karena kasus korupsi proyek e-KTP

Minta Polemik Disudahi, Pengamat Ini Jagokan Airlangga Hartarto Pimpin Partai Golkar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Setya Novanto diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka Sofyan Basir. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Reporter Tribunnews, Willy Widianto

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Polemik yang terjadi di internal Partai Golkar menjelang pelaksanaan musyawarah nasional (munas) disarankan segera disudahi karena polemik yang berlarut-larut hanya menguras energi.

Banyak agenda-agenda besar ke depan yang harus dihadapi partai Golkar dan itu justru lebih penting.

"Saya yakin polemik di internal, tidak akan panjang, karena mereka akan menghadapi agenda-agenda besar, Airlangga lebih berpeluang," kata Pengamat Politik Universitas Bung Karno, Cecep Handoko dalam pernyataannya, Selasa(6/8/2019).

Cecep mengatakan di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto Partai Golkar mampu membalikkan keadaan.

Badai yang mendera Partai Golkar saat ketua umumnya Setya Novanto ditangkap KPK karena kasus korupsi proyek e-KTP bisa diatasi dengan mudah oleh Airlangga.

"Sebelum Airlangga menjabat situasi di Partai Golkar memang tak menentu. Yang pada akhirnya membuat Golkar keteteran untuk itu," kata Cecep.

Baca: ‎Ditanya Apakah Ada Pencopotan Dirut PLN, Jokowi: Tanya PLN

Terkait dengan Munas Golkar ini, Cecep melihat ada dua kekuatan pemerintah yang membela masing-masing kandidat.

Hanya saja pemerintah sendiri bisa dilihat lebih condong ke salah satu kandidat.

Baca: SUV Murah Masih Stabil Harganya di Bulan Agustus, Ini Rinciannya

"Baik Airlangga maupun Bambang Soesatyo keduanya sama-sama didukung. Hanya saja kita melihat siapa yang lebih punya peluang. Kita lihat saja Airlangga selalu all out ke pemerintah, membantu presiden," kata dia.

Sementara Bamsoet meski memiliki kekuasaan di parlemen, relatif tidak ada terobosan.

"Airlangga lebih berpeluang, apalagi Airlangga lebih lebih loyal," kata dia.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved