Istana Luruskan Soal Rekrut Rektor Asing

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang dimaksud ialah ‎bukan merekrut rektor yang berwarga negara asing, melainkan memiliki kualifikasi internasional.

Istana Luruskan Soal Rekrut Rektor Asing
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho meluruskan rencana merekrut rektor dari luar negeri untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang dimaksud ialah ‎bukan merekrut rektor yang berwarga negara asing, melainkan memiliki kualifikasi internasional.

"Supaya tidak terjebak wacana rektornya bule atau asing, tidak asing. Bukan. Rektornya adalah rektor dengan kualifikasi internasional, juga sampai para pengajarnya," tegas Yanuar, di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Yanuar menjelaskan maksud Presiden Jokowi dengan rencana tersebut ialah agar PTN dipimpin rektor dengan kualifikasi internasional termasuk ‎para tenaga pengajarnya.

Baca: Saat Ahok BTP Diserbu Swafoto Kader di Kongres PDIP

"Mau itu asing atau orang Indonesia, orang Indonesia di luar negeri juga banyak loh ya. Saya sendiri pernah 12 tahun ngajar di Inggris, diaspora,"imbuhnya.

Melalui kebijakan itu, lanjut Yanuar, ‎Jokowi berkeinginan seluruh kualitas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terangkat dengan kehadiran rektor dan dosen yang memiliki kualifikasi internasional untuk membangun sebuah ekosistem baru.

Demi membangun ekosistem di lingkungan perguruan tinggi ini, diungkap Yanuar, pemerintah menyiapkan dana abadi perguruan tinggi, yang jumlahnya Rp5 triliun sampai Rp50 triliun dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Selain dana abadi, Presiden Jokowi juga meningkatkan dana abadi lainnya, yakni dana abadi pendidikan atau LPDP menjadi Rp100 triliun, dana abadi penelitian, riset menjadi Rp50 triliun, dan dana abadi kebudayaan menjadi Rp50 triliun dalam 5 tahun.

"Jadi presiden sudah memerintahkan agar perguruan2 tinggi di Indonesia yang berkualitas mendapatkan dana abadi," ucapnya.

Melalui dana abadi itu diharapkan kampus-kampus Indonesia mampu masuk dalam 500 besar ranking dunia. Terlebih saat ini hanya ada tiga PTN yang masuk 500 besar, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

Baca: Dono Warkop DKI, Jadi Kartunis Gunakan Nama Istri Secara Diam-diam

"Universitas lainnya yang hampir masuk deretan kampus terbaik dunia antara lain, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Surabaya, dan Universitas Airlangga," singkat dia.

"Maka wacana rektor asing bukan wacana mendatangkan orang asing menjadi rektor kemudian perguruan tinggi naik kualitasnya, enggak," tambahnya lagi.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved