Kongres PDI Perjuangan

Prabowo Hadiri Kongres Bali, Peneliti: Jadi Strategi PDIP Naikkan Posisi Tawar di Hadapan Presiden

"Presiden harus menjelaskan kepada publik dan partai bahwa dia memegang kendali penuh terhadap kabinet ini."

Prabowo Hadiri Kongres Bali, Peneliti: Jadi Strategi PDIP Naikkan Posisi Tawar di Hadapan Presiden
Instagram @puanmaharaniri
Prabowo, Megawati, dan Puan Maharani saat selfie bersama di Kongres PDIP 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai seringnya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tampil bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai strategi PDI-P untuk menaikan posisi tawarnya di hadapan Presiden terpilih.

Menurutnya, jika PDI-P berhasil menaikan posisi tawarnya dengan Jokowi dan partai koalisi pendukung lainnya hal itu membuka kemungkinan PDI-P untuk menegosiasikan banyak hal dengan Jokowi dan partai-partai koalisi pendukungnya.

Hal iti disampaikan Arya usai diskusi tentang "Demokrasi dan Penegakan HAM di Masa Depan" di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/8/2019).

"Saya kira PDIP sadar pilihan politiknya tidak sepenuhnya diterima oleh parpol koalisi lain, terutama parpol koalisi 01. Saya kira PDIP perlu membuat strategi baru supaya bisa menaikan posisi tawarnya di hadapan partai-partai koalisi ini dan di hadapan Presiden. Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah mencari kawan baru dan PDI-P sadar bahwa Gerindra sadar punya keinginan untuk bergabung dengan pemerintah," kata Arya.

Baca: 4 Perbedaan Ponsel Black Market dengan yang Resmi, Ponsel Ilegal Siap Diblokir Pemerintah Lewat IMEI

Baca: Bamsoet Anggap Wajar PDIP Minta Jatah Kursi Paling Banyak

Baca: 5 Zodiak yang Paling Memiliki Perilaku Buruk, Mereka Tidak Sadar Jika Sifatnya Menyebalkan

Menurutnya, tantangan ke depan bagi Jokowi sebagai Presiden terpilih harus menjelaskan dan memberi sinyal kepada partai pendukung dan pengusungnya juga ke publik bagaimana dia akan mendesain kabinet.

Tidak hanya itu, menurut Arya, Jokowi juga harus memberi sinyal kepada partai pendukung, pengusung, serta ke masyaralat bahwa pembentukan kabinetnya berada dalam kendalinya secara penuh.

"Presiden harus menjelaskan kepada publik dan partai bahwa dia memegang kendali penuh terhadap kabinet ini. Entah dia akan membentuk kabinet profesional atau kabinet yang memberikan akomodasi kepada banyak partai, tapi intinya menurut saya adalah presiden harus memberikan sinyal bahwa kendali soal pembentukan kabinet dalam ada di tangan Presiden," kata Arya.

Arya berpendapat, jika nantinya Partai Gerindra akan masuk dalam koalisi Jokowi maka hal itu akan memberikan riak dalam koalisi tersebut.

Tidak hanya itu, hal itu akan memberikan sejumlah resiko politik kepada Jokowi.

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved