Ada Penumpang Gelap di Partai Gerindra, Rachmawati: Itu Biasa Saja tapi . . .

partai dengan Ketua Umum Prabowo Subianto ini tetap mewaspadai kehadirannya agar partai berjalan sesuai cita-citanya.

Ada Penumpang Gelap di Partai Gerindra, Rachmawati: Itu Biasa Saja tapi . . .
Richard Susilo
Rachmawati Soekarnoputri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Rachmawati Soekarnoputri menilai penumpang gelap yang disebut-sebut sedang menunggangi Partai Gerindra merupakan hal yang wajar.

Meski demikian, ia menegaskan partai dengan Ketua Umum Prabowo Subianto ini tetap mewaspadai kehadirannya agar partai berjalan sesuai cita-citanya.

"Ya itu memang sudah biasa (ada penumpang gelap) dalam satu prapol. Jangan parpol, dimana-mana juga bisa dikatakan penumpang gelap ada orang yang artinya tangkis kanan disana, tangan kiri disini itu sudah biasa," ujar dia yang ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca: Kapolda Metro Evaluasi Penggunaan Senjata Api oleh Polisi

Diketahui, sebutan penumpang gelap menjadi familiar usai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Dasco Ahmad berkisah menyoal penumpang gelap yang seolah-oleh mendukung Prabowo Subianto namun belakangan menyudutkan dan memanfaatkan situasi.

"Tapi kita (Partai Gerindra) Insya Allah tetap mewaspadai supaya apa yang menjadi cita-cita partai itu kita bisa dijalankan dengan baik," ujar Putri Proklamator ini.

Sejauh ini, ia menuturkan, Partai Gerindra belum mengetahui pasti siapa pihak yang disebut-sebut penumpang gelap itu.

"Enggak ada semacam itu. Kalau enggak suka itu tentu ada istilah alasannya, nah itu harus berlapang dada untuk menerima semuanya, baik yang setuju merapat setengah setu maupun yang tidak setuju sama sekali. kita harus bisa terima kritikan atau masukan dari berbagai parpol," jelasnya.

Baca: Pollycarpus Swantoro, Salah Seorang Pendiri Kompas Gramedia Tutup Usia

Sebelumnya menurut Sufmi Dasco, Prabowo bisa meninggalkan penumpang gelap tersebut dan membuat kelompok-kelompok tersebut gigit jari.

Dengan tegas, Sufmi Dasco menyatakan penumpang gelap tersebut mencoba memanfaatkan Prabowo demi kepentingan mereka.

"Soal penumpang gelap, bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang Bos. Dia bilang sama kita, kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan tidak terduga. Dia banting stir, dan orang-orang itu gigit cari," tutur Sufmi Dasco, Jumat (9/8/2019) di Hotel Ashley, Jakarta Pusat.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved