Aturan Ganjil Genap

Driver Taksi Online Dukung Wacana Kendaraan Daring Tidak Kena Ganjil Genap

Pengemudi taksi daring mendukung wacana yang menyebutkan pengendara taksi online tidak terkena kebijakan perluasan ganjil genap.

Driver Taksi Online Dukung Wacana Kendaraan Daring Tidak Kena Ganjil Genap
Wartakota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Dirlantas Polda Metro Jaya, terus mensosialisasikan perluasan penerapan sistem ganjil genap, salah satunya di Kawasaan itu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengemudi taksi daring mendukung wacana yang menyebutkan pengendara taksi online tidak terkena kebijakan perluasan ganjil genap.

Wacana tersebut diusulkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan syarat dipasang penanda khusus berupa stiker.

"Setuju banget, sangat mempengaruhi pendapatan soalnya. Saya juga merasa tidak masalah ya soal penanda itu," ujar pengemudi taksi online, Muhammad Rizky, di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya kebijakan ganjil genap dapat mempengaruhi pendapatannya. Sehingga pengecualian ini dapat membantu dirinya mendapatkan pemasukan.

Baca: Daur Ulang Botol Plastik PET Bisa Berulang Kali kata Pakar Polimer

Baca: Nurul Tewas Tenggelam di Objek Wisata Berawang Gajah Aceh Tengah

Baca: Listrik Padam Massal, Aktivitas Nyaris Lumpuh - BERKAS KOMPAS

Baca: Konser LANY Batal, Promotor Minta Maaf Lewat Pengeras Suara

Pengemudi taksi online lainnya, Joni Setiawan (42), yang biasa beroperasi di daerah Jakarta Pusat. Menurutnya, peraturan ganjil genap memang mengubah pola order pengemudi dan secara tidak langsung berpengaruh pada pendapatan harian.

“Pencarian jalur di luar ganjil genap ini buang-buang waktu dan order harian jadi lebih sedikit ya. Saya sih tidak masalah kalau ada penanda taksi online tapi kita (pengemudi taksi online) jadi bisa lewat area ganjil genap,” tutur Joni.

Dirinya mengakui bahwa daerah-daerah ganjil genap memang jadi pusat dimana permintaan taksi online cukup tinggi.

Hal ini membuatnya yakin wacana mengeliminasi taksi online dari kawasan ganjil genap dapat dukungan dari mitra-mitra pengemudi.

Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi sempat melemparkan kemungkinan taksi online bisa melewati area ganjil genap dengan syarat ada penanda khusus pada mobil mitra pengemudi.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved