Mushola Ambruk di Sidoarjo
Aktivitas Belajar-Mengajar di Ponpes Al Khoziny Dihentikan Sementara
Keputusan ini diambil menyusul insiden ambruknya bangunan mushala di lingkungan ponpes yang menewaskan sejumlah orang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, untuk sementara dihentikan.
Keputusan ini diambil menyusul insiden ambruknya bangunan mushala di lingkungan ponpes yang menewaskan sejumlah orang.
"Jadi sementara dihentikan," kata Cak Imin di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV No. 23, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).
Cak Imin mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Sosial atau Kemensos juga sudah bergerak memberikan trauma healing.
"Sudah. Kemensos bergerak ke pihak swasta, LSM juga bergerak, kita juga bergerak terus," ujarnya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, dirinya telah memerintahkan pemerintah daerah setempat untuk memberikan trauma healing.
"Saya perintahkan juga ke jajaran Pemda dan gubernur juga untuk trauma healing tuntas sampai ke keluarga," ungkap Cak Imin.
Diketahui, Senin (29/9/2025), musala Ponpes Al Khoziny roboh usai tertimpa bangunan baru berlantai dua setengah yang berdiri tepat di atasnya.
Baca juga: 6 Poin Pernyataan Ponpes Al Khoziny Berkait Tragedi Bangunan Ambruk yang Menewaskan 67 Santri
Peristiwa nahas itu terjadi saat sejumlah santri putra tengah melaksanakan salat asar berjemaah.
Kekinian, akibat insiden tersebut sebanyak lebih dari 66 orang yang notabene merupakan santri dikabarkan meninggal dan sudah dievakuasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penanganan-reruntuhan-bangunan-Al-Khoziny.jpg)