Komunitas Kebhinekaan Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Persatuan Tanpa Syarat

"Momentum bulan Agustus, bulan kemerdekaan Indonesia, selayaknya menjadi penguat bagi semua kalangan untuk mengedepankan sikap jiwa besar," katanya

Komunitas Kebhinekaan Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Persatuan Tanpa Syarat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga berdoa dan mendeklarasikan #PancasilaPower untuk Papua di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk perdamaian di Tanah Papua. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
 
 
Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Komunitas Jurnalisme Warga Kebhinnekaan mengimbau masyarakat terus menjunjung tinggi rasa persatuan dan mendukung rekonsiliasi elite politik tanpa syarat apapun demi persatuan nusa dan bangsa.
Ajakan ini diserukan melalui sebuah diskusi yang mengangkat tema “Pemberdayaan Peran Media Massa Guna Mendukung Rekonsiliasi Tanpa Syarat Demi Menguatkan Persatuan Indonesia”.
Diskusi akan digelar di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019) dengan beberapa narasumber seperti : Irfan Junaidi (Pemimpin Redaksi Republika), Dr. Iding Rosyidin, M.Si (Kajur Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta), dan Fajar Ilham, S.Sos. (Komisi Infokom MUI Pusat).
Ketua komunitas Kebhinnekaan, Ahmad M, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka menyatukan masyarakat dan elite politik agar kembali pada persatuan dan kesatuan bangsa serta mengajak elite politik membangun rekonsiliasi tanpa syarat apapun demi menguatkan persatuan Indonesia.
"Momentum bulan Agustus, bulan kemerdekaan Indonesia, selayaknya menjadi penguat bagi semua kalangan untuk mengedepankan sikap jiwa besar karena persatuan, suasana kedamaian di Indonesia sangat mahal dan tidak terhingga nilainya," ucap Ahmad dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).
Ahmad melanjutkan Pemberdayaan media massa dijadikan tema dikarenakan media massa adalah media informasi yang massif dan pemberitaannya dapat dipertanggungjawabkan. 
Hal ini juga merupakan bentuk perlawanan terhadap informasi palsu atau hoaks.
Terlebih beberapa hari ini terjadi kerusuhan di sebagian wilayah Papua.
Di mana menurut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, kabar hoaks lah yang memicu kemarahan warga Papua.
"Menurut kami media massa sangat diharapkan memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat agar kemajuan bangsa, persatuan dan kesatuan dapat kita songsong bersama,' tambahnya.
 
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved