Tak Terbawa Saat OTT, Kejagung Antar Jaksa Kejari Solo ke KPK

Satriawan merupakan tersangka dalam kasus suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman

Tak Terbawa Saat OTT, Kejagung Antar Jaksa Kejari Solo ke KPK
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
KPK 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan Muhammad Yusni dan Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S. Maringka mengantar Jaksa pada Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Satriawan merupakan tersangka dalam kasus suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019 yang baru saja ditetapkan KPK.

Saat KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/8/2019), Satriawan tidak ikut terbawa. Keberadaan Satriawan tidak diketahui saat itu.

"Kami bersama Jamintel datang ke sini dalam rangka penyerahan saudara SSL yang sudah kita lakukan pemeriksaan pengawasan. Kami terima kasih kepada KPK yang telah bersama-sama membantu kami untuk pembersihan kepada rekan-rekan jaksa," ucap Jamwas Kejagung Yusni di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Baca: Ayam Kampus Pilih Cinta Kilat Ketimbang Jadi Simpanan, Pacar dan Keluarga Tak Tahu

Kata Yusni, Kejagung sedang menunggu KPK memberikan surat penangkapan terhadap tersangka untuk dilalukan pemeriksaan sementara. Sambil menunggu, lanjutnya, Kejagung menunggu putusan bersifat inkrah untuk pemberhentian secara permanen.

"Jadi kita menunggu dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan akan menerima penghasilan 50% dari gaji pokok, yaitu ketentuannya sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2008," katanya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengujarkan, pihak Kejagung mengantar Satriawan ke kantor lembaga antirasuah sekira pukul 12.40 WIB.

Baca: Cerita Tatang Koswara Sniper Misterius di Kopassus, Berangkat Bawa 50 Peluru, 1 Butir untuk Dirinya

"Dalam kasus suap terkait dengan proyek di Jogja tersebut, ada 2 orang jaksa yang jadi tersangka, 1 orang sudah kami amankan pada saat kegiatan tangkap tangan, yaitu Jaksa ESF dan satu orang lagi Jaksa SSL kemarin belum kami amankan, dan tadi diantar oleh Kejaksaan Agung," ujar Febri.

Febri menyampaikan, saat ini Satriawan tengah menjalani pemeriksaan secara intensif. Akan tetapi, dia belum bisa mengatakan apakah Satriawan dapat langsung ditahan atau tidak.

"Mungkin nanti bisa kami sampaikan perkembangan lebih lanjut," katanya.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved