Rusuh di Papua

Polri: 1.750 Akun dan 32.000 Konten Sensitif Terkait Papua Diblokir

Berdasarkan hasil patroli siber hingga hari ini, Polri mencatat, ada 32 ribu konten diblokir dan ribuan akun di-take down.

Polri: 1.750 Akun dan 32.000 Konten Sensitif Terkait Papua Diblokir
Tribunnews.com/ Reza Deni
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri terus melakukan patroli siber meskipun situasi di Papua saat ini sudah kondusif.

Berdasarkan hasil patroli siber hingga hari ini, Polri mencatat, ada 32 ribu konten diblokir dan ribuan akun di-take down.

"Patroli siber itu gabungan antara Polri dengan BSSN dan Kemenkoninfo. Hoaks cukup banyak kemudian dari 32 ribu konten yang sudah dilakukan maping ada 1.750 akun lebih yang sudah diajukan untuk dilakukan pemblokiran dan take down oleh Kemenkominfo," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Selasa (27/8/2019)

Pemblokiran konten dan akun tersebut dilakukan sejak 17 Agustus hingga Selasa ini.

Baca: Jelang Madura United vs Semen Padang Liga 1 2019, Dua Kiper Kabau Sirah Absen Bela Timnas

Baca: Jadwal Undian Liga Champions 2019/2020, Menanti Grup Neraka, Liverpool & Barcelona Masuk Pot 1

Baca: Tindakan Keji Istri Muda yang Sewa Algojo Bunuh Suami dan Anak Terbongkar dari Plat Nomor Mobil

Dedi mengatakan langkah tersebut untuk memitigasi konten-konten sensitif yang bertebaran di Papua.

"Yang paling banyak adalah di Facebook, karena kita ketahui bersama Facebook ini untuk kalangan akar rumput, kemudian nomor 2 adalah Twitter, nomor 3 baru Youtube, nomor 4 itu sebagian kecil adalah Instagram," lanjut Dedi

Selain konten yang ditake down, Dedi mengatakan pelambatan internet di Papua pun menurutnya sudah melalui kajian komperhensif dalam rangka untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

"Karena kita ketahui dari patroli siber ini bukan dari dalam negeri saja, jadi sudah ada mapping dari beberapa pihak di luar negeri pun melakukan kegiatan-kegiatan dengan menggunakan akses media sosial dalam rangka untuk memperkeruh situasi di dalam negeri," katanya.

Belum bisa pastikan

Halaman
1234
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved