Rabu, 3 Juni 2026

Wapres: Terima kasih Dukungan Internasional dalam Penanggulangan Bencana Di Indonesia

Lebih lanjut Kalla menjelaskan, Asia Pasifik begitu luas dan kita dapat saling berbagi pengalaman.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
BNPB
Jusuf Kalla 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengucapkan terima kasih atas dukungan internasional dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Hal itu disampaikan Kalla saat membuka acara Asia Pacific Regional Conference on Localisation of Aid di ruangan Dr Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Lebih lanjut Kalla menjelaskan, Asia Pasifik begitu luas dan kita dapat saling berbagi pengalaman.

Banyak pengalaman bencana di Indonesia bagaimana membentuk mitigasi, persiapan dalam bencana dan sebagainya. Ada gunung berapi, gempa bumi, angin topan, dan sebagainya yang sama dengan bencana di negara lain.

"Bencana sebabnya ada dua, karena alam dan karena ulah manusia" ujar Kalla seperti dikuti dari rilis BNPB, Selasa (27/8/2019).

Kalla menjelaskan pula, bencana memberikan dampak dan banyak pelajaran.

Baca: Pansel Capim KPK Tak Perlu Terpengaruh Kritikan Koalisi Masyarakat Sipil

"Contohnya kearifan lokal seperti di Simeleu, kearifan lokal yang berhasil ketika ada gempa, masyarakat langsung lari ke dataran tinggi" ucap Kalla.

Wapres juga berpesan BNPB mempunyai kantor-kantor di provinsi dan kabupaten kota seperti halnya di BPBD, agar masalah bencana dapat teroganisir lebih baik dari sebelumnya.

Saat bencana gempabumi dan tsunami Aceh, tahun 2004 silam. Ada 55 negara yang membuka bantuan pada musibah bencana saat gempa dan tsunami Aceh.

Namun ini jadi pelajaran untuk Indonesia kedepannya, tidak semua bencana terbuka untuk semua dunia internasional.

Setelah sekian lama baru dibuka kembali untuk bantuan internasonal seperti halnya bencana gempabumi tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, tahun 2018.

Lebih jauh Kepala BNPB Doni Monardo menambahkan, wilayah ASEAN adalah wilayah yang sangat rawan terhadap bencana di dunia.

Baca: Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Sirkulasi Eddy Terpantau di Barat Kepulauan Mentawai hingga Besok

Lebih dari satu dekade sejak tsunami tahun 2004, tren bencana menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi dan intensitas.

Itu menjadi lebih menantang dengan ditemukannya garis patahan baru, yang pada 2010 hanya ada 81 garis patahan yang teridentifikasi dan pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi 295 garis patahan.
BNPB sedang melakukan formulasi baru, agar setiap warga negara berkesempatan berlatih dan menerima pengetahun bencana.

"Sehingga masyarakat Indonesia semuanya dapat selamat dalam ancaman bencana. Sehingga mendapatkan gambaran dan solusi dari ancaman bencana yang akan terjadi dan menjadi masyarakat tangguh" ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved