Seleksi Pimpinan KPK

Abraham Samad: KPK Terancam Jika Seleksi Calon Pimpinan Diteruskan dan Meloloskan Orang Bermasalah

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad angkat bicara terkait seleksi calon pimpinan (capim) KPK yang dilakukan Pansel.

Abraham Samad: KPK Terancam Jika Seleksi Calon Pimpinan Diteruskan dan Meloloskan Orang Bermasalah
Gita Irawan/Tribunnews.com
Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011 - 2015 Abraham Samad dalam diskusi media mengenai “Perlindungan Pegawai KPK dan Pegiat Antikorupsi Dalam Proses Pemilihan Pimpinan KPK” di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya No.25, Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (7/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad angkat bicara terkait seleksi calon pimpinan (capim) KPK yang dilakukan Pansel.

Ia menyebut, KPK akan menghadapi ancaman jika Pansel tetap melanjutkan dan meloloskan sejumlah nama yang dianggap memiliki track record tak berintegritas.

"Bahwa ada semacam ancaman yang sangat berbahaya yang akan menimpa KPK apabila proses seleksi pimpinan KPK yang sekarang ini terus dilanjutkan dan meloloskan orang-orang bermasalah," ujar Abraham Samad di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Dirinya mengaku prihatin atas penyelenggaran seleksi Capim periode 2019-2024 ini.

Baca: Tara Basro Klaim Karakter Dirinya yang Asli Berbeda dari Wulan yang Diperankannya di Film Gundala

Baca: Korlap Aksi Massa yang Bentrok di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Jadi Tersangka

Baca: Diusir Anaknya dari Rumahnya Sendiri, Seorang Ayah Gugat ke Pengadilan Negeri Kediri

Baca: Respons Bejo Atas Aksi Pamit Amido Balde dari Persebaya, Bejo: Masuk Baik-Baik, Keluar Baik-Baik

Bahkan, ia menilai, Pansel Capim KPK tak menghargai masukan dari masyarakat dan publik.

Ia menginginkan, agar Pansel Capim KPK dapat bekerja transparan dan jujur sebelum menyerahkan nama-nama ke DPR maupun Presiden Jokowi.

"Berharap ada respon yang serius dari bapak presiden untuk segera tidak meloloskan nama-nama yang bermasalah yang kami anggap bisa melumpuhkan dan merontokkan lembaga yang kita cintai yaitu KPK," ungkap dia.

Diketahui sebelumnya, Koalisi Kawal Calon Pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat ada sejumlah nama yang bermasalah dalam 20 nama yang diumumkan lolos pada tahapan profile assesment.

Misalnya, tidak patuh dalam melaporkan LHKPN, ada calon yang diduga melanggar kode etik saat bertugas di lembaga sebelumnya, sampai ada figur yang diduga mengintimidasi pegawai KPK.

Halaman
123
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved