Revisi UU KPK

Peneliti: KPK Punya Hak Konstitusional untuk Dilibatkan dalam Pembahasan Revisi UU KPK

"KPK punya hak konstitusional untuk menuntut hal itu," kata Natsomal Oemar kepada Tribunnews.com

Peneliti: KPK Punya Hak Konstitusional untuk Dilibatkan dalam Pembahasan Revisi UU KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) punya hak untuk menuntut dilibatkan dalam pembahasan Revisi UU KPK.

Menurut peneliti dari Indonesian Legal Roundtable (ILR), Erwin Natosmal Oemar, lembaga antirasuah itu yang paling terdampak dari revisi tersebut.

Baca: YLBHI: Penolakan Jokowi Terhadap Empat Poin Revisi UU KPK Tak Ada Artinya

 "KPK punya hak konstitusional untuk menuntut hal itu. Karena lembaga pemberantasan korupsi ini punya kepentingan besar dan lembaga yang paling terdampak terhadap revisi tersebut," ujar Erwin Natosmal kepada Tribunnews.com, Senin (16/9/2019).

Dia menegaskan, posisi KPK dijamin secara konstitusional dalam pembahasan regulasi yang berdampak terhadap lembaganya.

"Sebagaimana yang dimaksud oleh UU tentang Pembentukan Perundang-undangan dan Tata Tertib DPR," jelasnya.

KPK akan mengirimkan surat kepada DPR terkait pembahasan usulan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Hari ini, pimpinan juga akan mengirimkan surat kepada DPR sebagai terakhir yang membahas (revisi UU KPK) ini, nanti segera kami kirim," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dengan adanya surat tersebut, kata Agus, diharapkan lembaganya masih mempunyai kesempatan untuk ikut dalam pembahasan revisi UU KPK tersebut.

"Mudah-mudah kita masih mempunyai kesempatan untuk ikut bicara untuk menentukan UU tadi," katanya.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved