Pemindahan Ibu Kota Negara

Siapa Sukanto Tanoto, Konglomerat yang Disebut Punya Lahan HTI di Kawasan Calon Ibu Kota Baru RI?

Seorang konglomerat Indonesia, Sukanto Tanoto disebut menguasai lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan calon ibu kota baru RI di Kaltim

Siapa Sukanto Tanoto, Konglomerat yang Disebut Punya Lahan HTI di Kawasan Calon Ibu Kota Baru RI?
tanotofoundation.org
Sukanto Tanoto 

Profil Sukanto Tanoto, Konglomerat yang Disebut Punya Lahan HTI di Kawasan Calon Ibu Kota Baru RI

TRIBUNNEWS.COM - Seorang konglomerat Indonesia, Sukanto Tanoto disebut menguasai lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan calon ibu kota baru RI di Kalimantan Timur.

Hal itu diungkap oleh Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia yang juga mantan Menteri Perindustrian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MS Hidayat.

"Saya baru dikasih tahu resmi bahwa tanah itu sebagian besar tanah HTI miliknya Sukanto Tanoto, HTI yang setiap saat bisa diambil oleh pemerintah," kata MS Hidayat di Jakarta, Rabu (18/9/2019) sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari TribunKaltim

Politisi Partai Golkar, MS Hidayat memberikan pernyataaan dalam konfrensi pers di Hotel Westin Nusa Dua, Minggu (30/11/2014). Ms Hidayat menyatakan mundur sebelum MUNAS Golkar dibuka dari bursa calon ketua umum DPP Partai Golkar 2014-2019 dengan alasan untuk keutuhan partai Golkar. (TRIBUN_BALI/RIZAL-FANANY)
MS Hidayat (TRIBUN_BALI/RIZAL-FANANY) 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah tidak lagi kesulitan untuk penyediaan lahan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

"Jadi tidak ada masalah dengan tanah," ucapnya.

Ia berharap pemerintah segera mengunci harga tanah di kawasan tersebut.

Baca: Potret Shobibah Rohmah Istri Imam Nahrawi, Selalu Tampil Modis Meski Punya 7 Anak, Ini Pekerjaannya

Baca: Peranan Imam Nahrawi, Ditetapkan KPK Jadi Tersangka Dugaan Kasus Dana Hibah KONI

Baca: Tanoto Foundation, Kemristekdikti, dan Kemenag Latih 252 Dosen Kembangkan Calon Guru Berbudaya Baca

Pasalnya, lahan-lahan itu bisa diklaim sejumlah spekulan lahan.

"Ada spekulan di sana. Harga disepakati pemerintah, dan kalau gitu kita setuju pemerintah punya landbank, tanah-tanah dikuasai pemerintah sesuai dengan perizinan harga tetapkan sama. Kalau itu diserahkan ke spekulan jadi tidak visible," urainya seraya menjelaskan, pemindahan ibu kota baru bisa dilakukan pada 2024 mendatang. (Baca lengkap di sini)

Profil Sukanto Tanoto

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved