Kasus Imam Nahrawi

Kasus Imam Nahrawi, KPK Panggil Mantan Sesmenpora periode 2014-2016

Menpora Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum baru saja dijerat KPK dalam kasus dugaan suap terkait Penyaluran Pembiayaan

Kasus Imam Nahrawi, KPK Panggil Mantan Sesmenpora periode 2014-2016
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menuju mobilnya untuk meninggalkan kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019). Imam Nahrawi mengundurkan diri dari kursi Menpora karena ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dana hibah KONI. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi terkait kasus dugaan suap terkait Penyaluran Pembiayaan dengan Skema Bantuan Pemerintah Melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018.

"Tiga saksi dijadwalkan akan memberikan kesaksian untuk tersangka MIU (Miftahul Ulum)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Tiga saksi tersebut antara lain, mantan Sesmenpora periode 2014-2016 Alfitra Salam, wiraswasta (mantan PNS Kemenpora) Supriono, dan PNS Kemenpora (Kabid Olahraga Internasional) Ferry Hadju.

Menpora Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum baru saja dijerat KPK dalam kasus dugaan suap terkait Penyaluran Pembiayaan dengan Skema Bantuan Pemerintah Melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018.

Baca: Mayat Perempuan Ditemukan di Dalam Mobil yang Terparkir di Halaman Kantor Dinas Sosial Tuban

Baca: Wanita HIV Negatif Menikahi Pria HIV Positif Selama 6 Tahun: Kami Hidup seperti Pasangan Normal

Baca: Hingga Agustus 2019, Bea Cukai Sulbagtara Telah Amankan 3.9 Juta Batang Rokok Ilegal

Dalam kasus ini, Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.

Selain itu, sebagian uang itu juga diterima Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Tugas Program Indonesia Emas dan terkait jabatan Imam lainnya di Kemenpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora Imam Nahrawi dan pihak Iain yang terkait.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved