Bamsoet Beberkan Hasil Kesepakatannya Dengan Airlangga Hartarto
Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pekan lalu, Jumat (27/9/2019).
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Ace mengatakan baik Aziz maupun Bamsoet memenuhi syarat untuk duduk di kursi pimpinan DPR dan MPR.
Keduanya menurut Ace memiliki pengalaman sebagai anggota dewan dan pernah menjabat di alat kelengkapan dewan.
"Keduanya memiliki kompetensi memiliki pengalaman sebagai anggota DPR RI yang berpengalaman, kemampuan serta kapasitas saya kira memenuhi persyaratan," katanya.
Ace membantah bahwa memilih Bamsoet menjadi pimpinan MPR merupakan barter jabatan agar Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tidak pecah.
Untuk diketahui Bamsoet berencana maju dalam pemilihan Ketum Golkar.
Menurutnya menunjuk Bamsoet di MPR merupakan bagian dari penugasan partai.
"Tidak ini adalah penugasan partai. Ini semata-mata penugasan partai. Partai tetap solid partai tetap konsolidasi dengan baik," pungkasnya.
Masuk Bursa
Sebelumnya, Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya telah menyiapkan sejumlah nama untuk duduk di kursi pimpinan DPR dan MPR.
Nama-nama itu muncul dalam rapat Kordinator terbatas DPP Golkar. Mereka yakni Aziz Syamsuddin, Bambang Soesatyo (Bamsoet), Zainudin Amali, dan lainnya.

"Misalnya untuk pimpinan fraksi ada nama pak Aziz Syamsudin, ada nama pak Adies Kadir ya. Sementara untuk pimpinan MPR juga ada nama-nama yang disebutkan tadi. Sementara untuk pimpinan DPR kita ada beberapa nama yang disebut yaitu pak Zainudin Amali dan pak Idris laena. Sementara untuk pimpinannya ada juga nama pak Bambang Soesatyo serta nama pak Aziz Syamsudin," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (30/9/2019).

Menurut Aziz nama-nama tersebut nantinya akan diputuskan secara resmi dalam rapat DPP Golkar. Rencananya rapat tersebut digelar Rabu (2/10/2019).
"Rencananya besok siang, ya setelah pelantikan DPP partai Golkar akan mengadakan rapat secara resmi," pungkasnya.
Sebelumnya, pimpinan MPR periode 2019-2024 akan berjumlah 10 orang, yang terdiri dari perwakilan 9 fraksi serta unsur DPD.

Penambahan pimpinan MPR tersebut terjadi setelah DPR merevisi Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ( MD3).
Dengan penambahan tersebut, maka Golkar akan menempatkan satu perwakilannya di pimpinan MPR.
Sementara itu, Golkar yang menjadi partai ke dua peraih suara terbanyak di parlemen juga dipastikan mendapat jatah pimpinan DPR.