Kasus BLBI

KPK Harus Tindak Lanjuti Pertemuan Hakim Syamsul Dengan Pengacara Syafruddin Arsyad

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, perlu dilihat dan dikuak janji apa yang diberikan atau dijanjikan Ahmad Yani kepada Syamsul.

KPK Harus Tindak Lanjuti Pertemuan Hakim Syamsul Dengan Pengacara Syafruddin Arsyad
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana berdiskusi dalam acara talkshow POLEMIK di d'consulate resto, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019). Talkshow ini memiliki tema KPK Adalah Koentji yang membahas tentang revisi Undang-Undang KPK yang sedang bergulir. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang sanksi yang telah dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) kepada Hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi Syamsul Rakan Chaniago pada dasarnya mempunyai beberapa implikasi.

Pertama, KPK harus menyelidiki lebih lanjut pertemuan antara kuasa hukum mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung, Ahmad Yani, dengan Syamsul Rakan Chaniago.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, perlu dilihat dan dikuak janji apa yang diberikan atau dijanjikan Ahmad Yani kepada Syamsul.

"Tentu pertanyaan ini harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh KPK. Bukan tidak mungkin kedua pihak tersebut dapat dikenakan Pasal 6 jo Pasal 12 UU No 31 Tahun 1999," ujar Kurnia kepada wartawan, Senin (30/9/2019).

Baca: Massa Ricuh di Depan Gedung BPK RI, Polisi Sampai Tembakkan Gas Air Mata

ICW meminta KPK segera mengajukan upaya hukum luar biasa yakni Peninjauan Kembali (PK).

Sebab putusan MA yang menghukum etik Syamsul Rakan Chaniago menimbulkan kecurigaan di tengah publik putusan diambil dengan tidak mengedepankan nilai objektivitas.

"Selain itu PK kali ini penting dilakukan demi menciptakan kepastian hukum atas putusan kasasi sebelumnya," ujar Kurnia.

Ketiga, organisasi advokat harus memeriksa Ahmad Yani karena diduga mengadakan hubungan langsung dengan hakim yang sedang menangani perkara.

Baca: 5 Fakta Rumah Umat Tombo Ati Opick Terbakar, Mulai dari Rambut Nabi hingga Penyebab Kebakaran

Hal itu diatur dalam pasal Pasal 7 huruf d Kode Etik Advokat.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved