Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
Polisi: Beberapa Perusuh yang Ditangkap Positif Gunakan Narkoba
Polda Metro Jaya menangkap sejumlah orang yang diduga ikut dalam kerusuhan yang terjadi di depan Gedung DPR.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap sejumlah orang yang diduga ikut dalam kerusuhan yang terjadi di depan Gedung DPR.
Setelah dilakukan pemeriksaan urine, terdapat beberapa orang yang positif menggunakan narkoba.
"Ada yang positif, nanti datanya bakal kami kirim," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2019).
Sementara untuk perusuh yang membawa senjata tajam, Argo Yuwono belum dapat memastikan.
Namun untuk perusuh yang menggunakan narkoba, pihaknya telah menerima laporan.
Baca: Siswanya Meninggal saat Memutari Lapangan Sekolah, Ini Penjelasan Kepala SMP Kristen 46
Baca: Pembuang Janin yang Ditemukan dalam Tas Kresek yang Ditaburi Bunga Masih Misterius
Baca: Sempat Digugat Ke MK Karena Foto, Evi Apita Maya Kini Lega Usai Dilantik Jadi Anggota DPD RI
"Kami belum tahu persis jumlahnya berapa (yang membawa senjata tajam). Kalau yang narkoba, sudah ada laporannya," tutur Argo Yuwono.
Seperti diketahui, demonstrasi mahasiswa dan pelajar di Gedung DPR berujung ricuh di sejumlah titik.
Baca: Anggota DPR Asal Wamena Ini Butuh Waktu 1 Bulan Persiapkan Baju Untuk Pelantikan
Kericuhan baru mereda pada tengah malam.
Sekitar 519 orang diamankan oleh pihak Polda Metro Jaya dan Polres jajarannya.
Massa ricuh sampai di seputaran Semanggi
Massa ricuh di sekitaran Semanggi

Massa yang telah dipukul mundur dari sekitaran Gedung DPR RI kini bertahan di kawasan Semanggi, Senin (30/9/2019), tepatnya di seberang Universitas Atma Jaya ke arah Jalan MH Thamrin.
Mereka membakar sejumlah barrier di jalan Jenderal Sudirman dan memblokade jalan arah MH Thamrin.
• Polisi Pukul Mundur Massa ke Arah Pasar Palmerah
Mereka melempari mobil baja tersebut dengan kayu dan bebatuan.
Sementara arus lalu lintas dari arah Senayan menuju Jalan Jenderal Sudirman lumpuh total.
Kendaraan diminta putar balik oleh massa aksi.
Jalur busway pun turut diambil alih oleh massa (Satrio Sarwo Trengginas)
Kampus diliburkan

Aksi mahasiswa yang terjadi di sekitar kawasan Simpang Susun Semanggi berujung ricuh, Senin (30/9) malam.
Bahkan, bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian menyasar Universitas Atma Jaya Jakarta. Gas air mata disebut juga ditembakkan ke arah lokasi perkuliahan itu.
Hal itu terjadi lantaran Universitas Atma Jaya diketahui menjadi tempat atau posko medis bagi massa yang terluka.
Tribunnews.com pun mencoba menyambangi universitas yang letaknya berada tak jauh dari Plaza Semanggi tersebut.
Baca: Resmi Jadi Anggota DPR, Krisdayanti Akan Fokus Lakukan Ini di 100 Hari Pertama
Baca: Dilantik Jadi Anggota DPR, Mulan Jameela Tampil Memukau Pakai Baju Bodo, Doakan Saya Amanah
Baca: Ansara Sudah Bisa Jalan di Usia 10 Bulan, Caca Tengker Adik Nagita Slavina Ungkap Alasannya
Amatan Tribunnews.com, sekira pukul 10.00 WIB, kondisi di kampus ini sangatlah kosong dan lengang. Bayangan mahasiswa-mahasiswi yang hilir mudik di kampus pun sirna.
Tak ada satupun mahasiswa yang nampak. Pusat informasi pun tak beroperasi dan terlihat tulisan 'closed' di pintunya. Yang terlihat hanyalah beberapa cleaning service (CS) yang tengah membersihkan setiap sudut di kampus, serta sekuriti.
Berdasarkan keterangan dari sekuriti yang tak mau disebut namanya, aktivitas perkuliahan hari ini, Selasa (1/10) diliburkan.
"Kuliah hari ini semua diliburkan, karena kemarin ada bentrokan itu. Rusuh-rusuh, makanya mungkin sekarang nggak ada kuliah," ujar pria berperawakan tinggi besar ini, di Universitas Atma Jaya Jakarta, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).
Sekuriti itu pun menunjukkan lokasi dimana posko kampus tersebut yang didirikan semalam untuk merawat massa yang terluka.
Lokasi itu berada di jalan raya, samping Universitas Atma Jaya, tepatnya di Jl. Garnisun 1. Namun, menurutnya suasana di lokasi itu sudah berubah drastis.
Ia mengatakan semalam tenda putih berdiri di jalan tersebut. Untuk saat ini, jalanan ini sudah bebas dari tenda dan terlihat kendaraan roda dua maupun empat melintas di jalan ini.
"Semalam tendanya masih. Tapi sekarang udah nggak ada. Rusuhnya cuma semalam. Sekarang udah aman ini," imbuh sekuriti itu.