Terungkap, Ternyata Ada Pelaku Demo Bayaran di Tengah-tengah Demo Mahasiswa Tolak RKUHP

Berikut kisah pelaku demo bayaran, dari remaja dibayar Rp 50 ribu untuk memanah polisi hingga sekuriti menyamar menjadi siswa SMA.

Terungkap, Ternyata Ada Pelaku Demo Bayaran di Tengah-tengah Demo Mahasiswa Tolak RKUHP
Tribunnews/JEPRIMA
Massa aksi saat melakukan demonstrasi di kawasan DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Pada aksi menolak RKUHP yang berlangsung di jakarta tersebut berakhir ricuh. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Aksi demo terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Demo tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan rakyat Indonesia terhadap RUU KUHP dan KPK.

Namun, ada beberapa kisah di balik rangkaian demo di berbagai daerah tersebut.

Dua di antaranya adalah kisah pelaku demo bayaran di Makassar dan Jakarta.

Baca: Polisi Cegat Rombongan Pelajar dari Sukabumi yang Hendak Demo di DPR

Baca: Empat Orang Diduga Pemicu Kericuhan Demo di Gedung DPR RI Ditangkap Polisi

Dua remaja di Makassar ditangkap karena memanah polisi saat demo.

Mereka melakukan aksi tersebut lantaran dibayar Rp 50 ribu oleh pria bertopeng.

Dilansir Kompas.com, dua remaja tersebut adalah DS (14) dan SD (16).

Aksi tersebut mereka lakukan saat mengikuti demo untuk menolak UU KPK dan RUU bermasalah.

Demo dilakukan di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (27/9/2019) silam.

Aparat Patroli Motor (Patmor) saat hendak membubarkan massa aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/9/2019).
Aparat Patroli Motor (Patmor) saat hendak membubarkan massa aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/9/2019). (KOMPAS.COM/HIMAWAN)

Kala itu, DS dan SD menyerang aparat dengan menggunakan busur lengkap dengan anak panah di bawah fly over Jalan Urip Sumoharjo.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved