KPK Periksa 6 Saksi Soal Kasus yang Seret Gubernur Kepri Nonaktif

Keenam saksi yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swasta itu akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka

KPK Periksa 6 Saksi Soal Kasus yang Seret Gubernur Kepri Nonaktif
Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif, Nurdin Basirun meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan KPK, di Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019). Nurdin Basirun diperiksa terkait kasus suap izin prinsip dan izin lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau kecil di Kepri tahun 2018/2019. Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam saksi terkait kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut pada proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau kecil Kepulauan Riau tahun anggaran 2018-2019.

Keenam saksi yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swasta itu akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Gubernur Kepulauan Riau nonaktif Nurdin Basirun (NBU).

Untuk saksi dari pihak ASN adalah Kasubag Pimpinan Pemprov Kepri Nyi Osih Suarsih, Kepala Biro Kesra Provinsi Riau Aiyub, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekretariat Gubernur Kepulauan Riau Elda Febriansari Anugerah.

Sedangkan saksi dari pihak swasta meliputi Direksi PT Marcopolo Shipyard Simon Karuntu, bagian keuangan PT Marcopolo Shipyard Fredly alias Awi, dan Konsultan Lingkungan PT Mahakarya Agung Suryanto.

Baca: NasDem Minta Kejadian Megawati tak Salami Surya Paloh Tidak Dibesar-besarkan

"Enam saksi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NBU," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi Wartawan, Rabu (2/10/2019).

Sebelumnya, komisi anti rasuah ini telah menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka penerima suap.

Ia tidak sendiri, karena KPK juga menetapkan status yang sama terhadap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau Edy Sofyan serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepulauan Riau Budi Hartono.

Sementara itu KPK juga menetapkan seorang lainnya yakni Abu Bakar dari pihak swasta sebagai tersangka pemberi suap.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved