Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

7 Pelajar yang Ditangkap Polisi Terkait Grup Whatsapp STM Ternyata Tak Ikut Unjuk Rasa di DPR

Menurut polisi, dari tujuh orang itu salah satunya berperan sebagai kreator, sementara lainnya adalah pengelola grup WA.

7 Pelajar yang Ditangkap Polisi Terkait Grup Whatsapp STM Ternyata Tak Ikut Unjuk Rasa di DPR
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ribuan mahasiswa dan pelajar menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). Dalam aksinya yang berujung ricuh dengan polisi itu, mereka menuntut pemerintah dan DPR untuk membatalkan Revisi Undang-Undang KPK dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tujuh orang ditangkap polisi terkait grup WhatsApp (WA) pelajar STM yang viral di media sosial Twitter beberapa lalu. 

Menurut polisi, dari tujuh orang itu salah satunya berperan sebagai kreator, sementara lainnya adalah pengelola grup WA. 

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap fakta baru, dimana ketujuh orang tersebut ternyata tak ikut berunjuk rasa di kawasan Gedung DPR-MPR RI. 

"Jadi tidak ada satu pun yang kami lakukan penangkapan ini yang ikut sampai ke DPR, semuanya tertahan, akhirnya mereka kembali pulang dan hanya memonitor dari medsos, WA grup ataupun Instagram, instastory," ujar Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Rickynaldo mengatakan ketujuh orang itu memang berencana turut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut. Namun mereka tertahan saat hendak menuju ke Gedung DPR-MPR RI. 

Baca: Ketua DPR Puan Maharani Punya Total Kekayaan Rp 363,37 Miliar, Utangnya Rp 49,7 Miliar

RO (17) yang diketahui sebagai kreator grup WA 'STM/K Bersatu' disebutnya tertahan di Stasiun Depok. Yang bersangkutan sudah berencana berangkat ke Jakarta. 

"Yang di Depok ini, yang kreator ini (RO), tertahan di Stasiun Depok, karena pada saat di stasiun itu dilakukan pemeriksaan secara ketat, kemudian ada juga yang tertahan di terminal bus, di Bogor," tandasnya. 

Baca: Sudah Dicabuli Ayah Tirinya, N Harus Terusir dari Rumah Oleh Ibu Kandungnya karena Tuduhan Pelakor

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tak hanya meringkus RO (17) selaku kreator grup WhatsApp 'STM/K Bersatu', namun juga meringkus enam orang lainnya. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menangkap tujuh orang (termasuk RO) setelah menemukan sekira 14 grup WhatsApp terkait STM ataupun SMK. 

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved