KPK Telisik Aliran Suap dari Hyundai Engineering ke Mantan Bupati Cirebon

KPK telah menetapkan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

KPK Telisik Aliran Suap dari Hyundai Engineering ke Mantan Bupati Cirebon
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sunjaya diduga mencuci uang dari suap dan gratifikasi yang diterimanya senilai sekitar Rp51 miliar dengan menyimpan di rekening atas nama orang lain serta membeli aset berupa tanah dan tujuh mobil.

Salah satu suap yang diterima Sunjaya berasal dari kontraktor asal Korea, Hyundai Engineeering & Construction (HDEC) sebesar Rp6,04 miliar.

Baca: Seusai Diperiksa KPK, Wali Kota Dumai Tak Ditahan

Baca: PSS Sleman Menang 2-0 atas Bhayangkara FC, Seto NurdiantoroTetap Akan Evaluasi

Baca: Synchronize Fest 2019, Kunto Aji Ajak Melepas Beban Pikiran

Suap ini terkait dengan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-2 dimana HDEC merupakan satu dari tiga kontraktor utama dalam pembangunan proyek PLTU yang dimulai pada tahun 2016 tersebut.

Fakta-fakta mengenai aliran suap dari HDEC kepada Sunjaya ini telah mencuat dalam proses persidangan perkara suap perizinan yang menjerat Sunjaya sebelumnya.

Bahkan, Sunjaya dan juru bicara dari kantor pusat Hyundai di Seoul mengakui mengenai transaksi suap terkait proyek PLTU Cirebon-2 tersebut.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, saat ini KPK masih menyelidiki transaksi suap tersebut.

"Karena itu tadi rasanya kita belum selesai melakukan penyelidikan," kata Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Untuk itu, Syarif mengaku belum bisa menyampaikan secara rinci mengenai dugaan transaksi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved