Ketua MPR Dorong Pemerintah Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan

Bamsoet mengatakan bahwa saat ini rongrongan terhadap kebhinekaan sudah demikian nyata.

Ketua MPR Dorong Pemerintah Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo berpose usai diwawancarai secara khusus oleh Tribunnews.com di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah untuk memprioritaskan upaya merangkul komunitas atau kelompok masyarakat yang menolak kebhinekaan Indonesia.

Menurutnya, rumusan pendekatan kepada kelompok atau komunitas-komunitas tersebut perlu diperbarui.

"Untuk mendapatkan rumusan yang tepat, Pemerintah dan parlemen patut menjalin kerja sama dengan semua lembaga atau institusi keagamaan," katanya dalam keterangan pernya, Minggu, (13/10/2019),

Bamsoet mengatakan bahwa saat ini rongrongan terhadap kebhinekaan sudah demikian nyata. Sejumlah komunitas terang-terangan menyatakan tidak lagi mencintai fakta keberagaman yang menjadi takdir bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca: VIRAL Dulu Anaknya Gugat Rp 1,8 Miliar, Kini Nenek Amih Dipidanakan Menantunya

Baca: Nikita Mirzani Blokir WhatsApp & Instagram-nya, Uya Kuya Ngaku Tak Tahu Apa Masalahnya

Baca: Laporkan ke KPK, Andar Situmorang Beberkan Sikap Hotman Paris saat Diduga Terima Suap Rp 69 Miliar

"Dalam tahun-tahun terakhir ini, kelompok atau komunitas intoleran itu terlihat dimana-mana. Di sekolah, kampus perguruan tinggi, di banyak tempat kerja, dan di banyak institusi negara atau institusi pemerintah," tuturnya.

Pada saat yang sama, ada kekuatan lain yang menunggangi kecenderungan itu dengan mengerahkan pelaku teror. Sehingga menurutnya kini teror terhadap negara sudah menjadi ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

"Inilah realitas masalah atau persoalan yang dihadapi Indonesia dewasa ini," katanya.

Oleh karena itu menurutnya, ‎tidaklah salah apabila prioritas kerja pemerintah saat ini yakni merawat kebhinekaan. Pemerintah dan parlemen bisa mencari rumusan baru dalam melakukan pendekatan terhadap kelompok kelompok yang menolak kebhinekaan tersebut.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved