Sabtu, 30 Agustus 2025

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Kontras Temukan Fakta Baru Terkait Tewasnya 2 Mahasiswa UHO Saat Unjuk Rasa di Kendari

Investigasi dilakukan KontraS dengan melakukan wawancara terhadap lima saksi di lapangan yang melihat dua peristiwa penembakan tersebut.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan aksi protes di depan Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019) malam. Dalam aksinya mereka menutup jalan untuk melakukan Salat Istiqasah dan menyalakan lilin sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, yang diduga tewas karena luka tembak saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Tribunnews/Jeprima 

Saksi tersebut juga mengatakan melihat samar-samar ada lubang di kepala Yusuf yang mengeluarkan darah.

"Kami menduga penembakan Yusuf Kardawi persis di samping kantor Dinas Ketenagakerjaan. Karena info awal menyebutkan korban Muhammad Yusuf Kardawi ini meninggal karena ada luka pukul di kepala. Tetapi ketika kita mengkroscek dengan rekan-rekan dan beberapa saksi, bahwa ada dugaan kemungkinan Yusuf mengalami luka tembak," kata Arif di Kantor KontraS, Senin (14/10/2019).

Meski begitu, Arif belum dapat mengkonfrimasi terkait dugaan tembakan tersebut langsung atau serpihan proyektil.

Terkait tindakan negara, KontraS menyayangkan sampai saat ini kepolisian baru melakukan proses penindakan terhadap adanya anggota yang membawa senjata api, tapi tidak fokus terhadap siapa pelaku yang melakukan penembakan terhadap Yusuf dan La Randy.

"Itu karena beberapa saksi mengkonfirmasi bahwa baik dari sisi depan maupun samping dalam hal ini kantor Disnaker, mereka melihat banyak anggota kepolisian di lokasi dua korban itu jatuh," kata Arif.

Ia juga mengatakan, saat ia melakukan investigasi ia mengkonfirmasi ke beberapa pihak bahwa Komnas HAM maupun Kompolnas, belum melakukan tindakan-tindakan yang dinilainya cukup signifikan sebagaimana mandat yang diberikan kepada dua lembaga tersebut.

"Ketiga, LPSK baru melakukan perlindungan terhadap dokter yang mengautopsi La Randi itupun karena dorongan dari pihak Ombudsman Perwakilan. Sementara terhadap saksi-saksi itu belum ada proses perlindungan yang diberikan LPSK," kata Arif.

Menurutnya, hal itu penting karena juga jadi bagian dalam memperlancar proses pemeriksaan dan beberapa saksi ketakutan ketika memberikan keterangan atau bersaksi terkait peristiwa tersebut.

Polri akan transparan

Mabes Polri menegaskan akan transparan atau terbuka kepada masyarakat terkait penyebab meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, saat berunjuk rasa, Kamis (26/9) kemarin. 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan saat ini tim investigasi gabungan tengah bekerja mengusut insiden tersebut atas perintah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. 

"Tim investigasi gabungan akan bekerja. Polri tentunya, pihak universitas dan pihak terkait masuk dalam tim investigasi gabungan, untuk membuka apa penyebab meninggalnya dua mahasiswa. Kita akan buka setransparan mungkin," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). 

Baca: Direktur Program ICJR Sebut Motif Ananda Galang Dana Agar Demo Tidak Ditunggangi

Apabila memang aparat terbukti yang menjadi pelaku, ia menegaskan Polri akan menindak tegas kepada yang bersangkutan. 

"Apabila pelakunya nanti terbukti secara scientific aparat, kita akan proses hukum pidana sesuai mekanismenya. Kita akan tindak tegas, apabila aparat," imbuhnya. 

Namun, jenderal bintang dua itu tetap mengingatkan bahwa harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan