Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
Keluarga Korban Tewas dengan Luka Tembak di Aksi Demo Mahasiswa Kendari Melapor ke LPSK
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban tewas luka tembak dari Kendari.
Editor:
Choirul Arifin
"Sebetulnya tindakan autopsi menurut UU memang harus seizin pihak keluarga, selama dari pihak keluarga tidak mengizinkan, kami dari kesehatan Polri juga enggak bisa melakukan autopsi. Itu saja intinya," kata Musyafak di RS Polri Kramat Jati, Rabu (2/10/2019).
Saat kembali dipertegas apa Pusdokkes Polri tak mempermasalahkan pilihan pihak keluarga Randi, dia kembali menyebut keluarga memiliki hak.
Musyafak sendiri mengaku tahu autopsi jenazah Randi yang dipastikan tewas akibat luka tembak dilakukan di RSUD Abunawas.
"Itu hak asasi dari keluarga. Jadi intinya dari instalasi forensik kita, selama ada permintaan dari penyidik, dan juga ada izin dari pihak keluarga kita laksanakan," ujarnya.
Meski autopsi ditangani tim dokter forensik RSUD Abunawas, dia mengaku telah mengetahui bahwa Randi tewas karena luka tembak.
Musyafak juga mengetahui bahwa mahasiswa Universitas Halu Oleo lainnya, Muhammad Yusuf Kardawi tewas setelah sempat dirawat.
"Karena sudah ada hasil autopsi, ada (Randi) meninggal karena luka tembak. Kedua (Yusuf) ini sudah sempat dioperasi, jadi saat itu belum meninggal di tempat. Jam 04.25 WIB kalau enggak salah," tuturnya.
Mengutip kompas.com, ketua tim dokter ahli forensik RSUD Kendari dr Raja Al Fatih Widya Iswara membenarkan Randi tewas akibat luka tembak.
Randi mengalami luka di ketiak sebelah kiri dengan diameter 0,9 sentimeter dan dada kanan 2,1 sentimeter.
"Tidak kami temukan selongsong peluru, tapi ditembak dengan senjata api. Terkena pembungkus jantung dan paru-paru sebelah kanan dan sebelah kiri, hingga mengalami pendarahan," kata Raja, Jumat (27/9/2019).
Sebelumnya, pernyataan keluarga Randi menolak autopsi dilakukan dokter Polri disampaikan lewat Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto.
Pernyataan Sunanto terkait rumah sakit yang dipilih untuk autopsi dibenarkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara, Marsono.
Polri Bentuk Tim Investigasi Gabungan Ungkap Kematian 2 Mahasiswa Peserta Unjuk Rasa di Kendari
Polri berjanji transparansi dalam investigasi kasus tewasnya dua orang mahasiswa peserta unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Kamis, 26 September lalu.
Polri juga berjanji segera mengungkap pelaku jika benar tewasnya korban karena penembakan.