Menristekdikti M Nasir Akui Tak Capai Target di Akhir Masa Jabatannya

Meski jabatannya sebagai Menristekdikti tinggal 6 hari lagi, M Nasir membeberkan sejumlah program kerja yang belum tercapai.

Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat 'Evaluasi Capaian Triwulan III Tahun 2019 bersama ratusan rektor perguruan tinggi di kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019). 

MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir tampak santai ketika ditanya peluang dirinya menjadi Kabinet Kerja Jilid II mendatang.

Manakala tidak mendapat amanah lagi, Nasir ingin kembali mengajar di perguruan tinggi sebagaimana sebelum menjadi menteri.

Meski jabatannya sebagai Menristekdikti tinggal 6 hari lagi, M Nasir membeberkan sejumlah program kerja yang belum tercapai.

Ia juga telah menitipkan pesan bagi calon menteri yang akan menempati posisi Menristekdikti pada periode ke-2 pemerintahan Presiden Joko Widodo.

M Nasir juga berbagi kisah soal prioritas di Kemenristekdikti yang terus digenjot untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Selain itu ia mengusulkan pembentukan Badan Riset Nasional (BRN), yang berada di bawah Kemenristekdikti.

Baca: Sulli Tulis Pesan Menyentuh di Hari Annyversary Debutnya, Eks Member F(X) Ungkap Keinginan Terdalam

Berikut petikan wawacara reporter Tribunnetwork Adhiyuda Prasetia dengan M Nasir di kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Tribun: Terkait usul Badan Riset Nasional (BRN), Anda bisa jelaskan?

M Nasir: Usulan saya kepada Bapak Presiden adalah Badan Riset Nasional jangan sampai tumpang tindih. Menristekdikti ya Kepala BRN. Biar nyambung semuanya.

Direktur Tribun Network, Febby Mahendra Putra bersama dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saat acara Anugerah Jurnalis dan Media Kemenristekdikti 2018 di Jakarta, Kamis (28/1/2019).
Direktur Tribun Network, Febby Mahendra Putra bersama dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saat acara Anugerah Jurnalis dan Media Kemenristekdikti 2018 di Jakarta, Kamis (28/1/2019). (TRIBUNNEWS.COM/DENIS SETRYAWAN)

Saya rasa bukan dobel jabatan, karena itu korelasi yang lebih erat. Bukan berarti dobel jabatan gajinya dua lho ya.

Halaman
123
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved