Mahfud MD Bicara Tentang Pemilu: Dulu Curang Vertikal, Sekarang Horizontal

Pemilu zaman Orde Baru kecurangannya bersifat vertikal yakni dilakukan oleh penguasa yang selalu merekayasa agar parpol penguasa menang.

Mahfud MD Bicara Tentang Pemilu: Dulu Curang Vertikal, Sekarang Horizontal
Istimewa
Akbar Tanjung, Mahfud MD, dan Siti Zuchro bersama narasumber lain pada Sarasehan Nasional KAHMI di Jakarta, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Mahfud MD mengatakan sejak zaman Orde Baru Pemilu di Indonesia selalu diwarnai kecurangan.

Tetapi Pemilu zaman Orde Baru kecurangannya bersifat vertikal yakni dilakukan oleh penguasa yang selalu merekayasa agar parpol penguasa menang.

Sedangkan pemilu di era reformasi sekarang ini kecurangan dilakukan secara horizontal yakni bisa dilakukan oleh partai-partai atau rakyat yang ikut pemilu.

Hal itu dikatakan Mahfud MD dalam sarasehan nasional MN KAHMI tentang "Demokrasi, Pemilu, dan Keindonesiaan" di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (16/7/2019).

"Buktinya semua parpol sekarang berperkara ke MK karena merasa dicurangi oleh partai lain sesama peserta pemilu," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Baca: Selain Bongkar Fakta Atta Halilintar dan Bebby Fey, Barbie Kumalasari Klarifikasi soal ATM Rp 1,5 M

Baca: Jiwasraya Digugat Enam Nasabahnya karena Produk Super Jiwasraya Plan

Baca: Sepekan Buat Channel Youtube, Marshanda Sudah Dapat 10 Ribu Subscribers

Selanjutnya Mahfud yang juga Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) mengatakan, meskipun begitu Pemilu di era reformasi sudah lebih bagus karena demokrasi sudah diimbangi dengan nomokrasi.

"Zaman Orde Baru tidak ada peradilan pemilu, tapi di era reformasi ini kita punya peradilan pemilu yakni MK disertai pengawasan pemilu oleh Bawaslu dan pemantau independen," kata Mahfud MD yang pernah menjadi Ketua Presidium MN KAHMI periode 2012-2017.

Akbar Tanjung, Mahfud MD, dan Siti Zuchro bersama narasumber lain pada Sarasehan Nasional KAHMI di Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Akbar Tanjung, Mahfud MD, dan Siti Zuchro bersama narasumber lain pada Sarasehan Nasional KAHMI di Jakarta, Rabu (16/10/2019). (Istimewa)

Mantan Ketua MK periode 2008-2013 itu mengajak agar pada pemilu berikutnya di tahun 2024 kualitas pemilu lebih ditingkatkan melalui penguatan nomokrasi (kedaulatan hukum) agar bisa lebih mengimbangi demokrasi (kedaulatan rakyat).

"Pengawasan dan peradilan pemilu ke depan harus lebih powerful agar kecurangan bisa diminimalisir. Mengharap pemilu bersih 100 persen dari kecurangan memang sulit, tapi kalau pengawasan oleh pengadilan, pemantau independen, civil society, dan pers diperkuat maka hasil pemilu akan menjadi lebih baik," tandas Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) itu.

Sarasehan nasional MN KAHMI tersebut diselenggarakan dalam rangka menyiapkan naskah akademis untuk perbaikan Pemilu dan sistem politik di masa yang akan datang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved