Polisi Bongkar Sindikat Penyelundup Narkoba Jaringan Internasional, Pelaku Telan Sabu ke Dalam Perut

Tersangka AC kedapatan membawa barang bukti 61 butir kapsul dengan berat 1.095 gram, dengan modus operandi ditelan ke dalam perut

Polisi Bongkar Sindikat Penyelundup Narkoba Jaringan Internasional, Pelaku Telan Sabu ke Dalam Perut
IST
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil mengungkap kasus penyelundupan sabu jaringan Internasional yang mencakup tiga negara, yakni Kamerun, Thailand, dan Indonesia.

Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Siregar mengatakan pengungkapan diawali dari jaringan Kamerun-Indonesia.

Polri berhasil mengamankan seorang pria berinisial AC (32) yang merupakan warga negara asing (WNA) dari Pantai Gading, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (3/10/2019).

"Tersangka AC kedapatan membawa barang bukti 61 butir kapsul dengan berat 1.095 gram, dengan modus operandi ditelan ke dalam perut. Narkotika jenis sabu itu ditelan sengan cara makan sup dan air putih di negara Kamerun, kemudian selanjutnya tersangka menuju ke Jakarta," ujar Krisno, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Dua hari berselang, tepatnya pada 5 Oktober 2019 pukul 03.00 WIB, kepolisian mengamankan dua orang perempuan WNA Thailand berinisial CW (36) dan CJ (27) yang berperan sebagai kurir di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Setelah dilakukan penggeledahan badan, Krisno mengatakan keduanya kedapatan membawa sabu seberat 586 gram dengan cara ditempel di antara kedua paha atau modus body strape, serta memasukkannya ke dalam alat vital keduanya.

"Tim Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kemudian melakukan pengembangan terkait penerima sabu jaringan Thailand itu. Setelahnya diamankan seorang kurir berinisial H alias Kebot di Hotel Business Tomang Kamar 305 pada 6 Oktober 2019," kata dia.

Kemudian, pihaknya menemukan paket berisi sabu sebanyak 2 dus berisikan total 30 kemasan teh China pada Kamis (10/10), pukul 17.30 WIB.

Paket sabu dengan berat 31 kilogram itu diketahui dikirim dari Thailand menuju ke Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dari penelusuran kepolisian, dua pria WNA Thailand berinisial PT alias Ploy (24) dan PT alias Daw (22) ditangkap saat berada di lobby hotel tersebut.

Baca: BEM SI: Kami Yakin Bapak Jokowi Berani Lepas Dari Kekangan Oligarki Dan Kepentingan Elite Politik

Baca: Sepekan Dilaporkan Hilang Diculik, Bangkit Ditemukan dalam Keadaan Tewas Penuh Luka

Baca: Rektor UIN Suska Riau: Surat Pengunduran Diri Ustaz Abdul Somad Ditulis Tangan

"Malam itu juga berhasil menangkap seorang pria WNI berinisial JR (26) di kamar nomor 2206, Hotel Manhattan selaku penerima sabu. Modus operandinya mengirim sabu dari Thailand ke Jakarta melalui pengiriman jasa paket pos dengan disamarkan dalam kemasan teh china dan bubuk cabe," jelasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) subsidair Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 113 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved