Sabtu, 30 Agustus 2025

Kabinet Jokowi Maruf

Prabowo dan Edhy Prabowo Bertemu Jokowi, Gerindra Dapat 2 Kursi Menteri?

Mantan rival Jokowi di Pilpres 2019 lalu itu mengatakan dirinya diminta membantu di bidang pertahanan

tangkap layar Kompas TV
Prabowo dan Edhy Prabowo usai bertemu Jokowi, Senin (21/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperkuat kabinet kerja II.

Hal itu disampaikan Prabowo usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Mengenakan kemeja putih, Prabowo didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

"Kami diminta memperkuat Kabinet beliau," ujar Prabowo.

Mantan rival Jokowi di Pilpres 2019 lalu itu mengatakan dirinya diminta membantu di bidang pertahanan.

"Saya beliau ijinkan untuk menyampaikan, saya diminta untuk membantu beliau di bidang pertahanan," jelasnya.

Jokowi pun memberikan beberapa pengarahan terkait bidang yang akan diemban Prabowo.

"Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang ditentukan," tegasnya.

Lebih lanjut untuk Eddy Prabowo, Presiden Jokowi juga memberikan jatah menteri. Apa posisinya?

Baru akan disampaikan Jokowi sendiri pada Rabu (23/10/2019) esok.

"Untuk posisi saudara Eddy, pak presiden yang akan umumkan. Beliau (Presiden) yang akan umumkan hari Rabu‎. Oke ya, Gerindra yang dipanggil dua," tambahnya.

Sebelum itu juga, di awal pertemuan, Prabowo juga menyampaikan keputusan Gerindra, 'apabila diminta, siap membantu.'

"Hari ini resmi diminta. Dan kami sudah sanggupi untuk membantu," ucapnya.

Kehadiran Prabowo ke istana kuatkan sinyal Gerindra dapat jatah di kabinet

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tiba di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019) sore.

Didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Prabowo datang ke istana Kepresidenan pukul 16.05 WIB.

Baca: Nadiem Makarim Calon Menteri Jokowi, Tinggalkan Gojek & Harta Kekayaan Capai Rp 1,4 T

Prabowo dan Edhy Prabowo kompak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana krem.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan peristiwa ini mengonfirmasi bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.

"Ini mengkonfirmasi sepertinya memang dugaan selama ini bahwa partai Gerindra masuk ke Kabinet. Apalagi pakai kemeja putih," ujar Gun Gun dalam Breaking News Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Gun Gun menjelaskan, pakaian yang dikenakan Prabowo dan Edhy Prabowo ini menjadi kode bahwa mereka bagian dari calon menteri yang dipanggil Jokowi.

Sebagaimana diketahui sejak pagi tadi, sejumlah calon menteri datang mengenakan kemeja putih untuk bertemu Presiden Jokowi.

Baca: Prabowo Diundang ke Istana, PKS: Rakyat akan Ambil Keputusan pada Pemilu Mendatang

"Ini kode mengidentifikasi diri menjadi bagian yang dipanggil," jelasnya.

Dia melihat Prabowo dan Edhy Prabowo datang sebagai calon menteri dari Gerindra.

Kata PKS soal kehadiran Prabowo ke Istana

Hidayat Nur Wahid dalam acara pengecoran pertama pondasi pembangunan masjid Baitul Abbas Thalib di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, Senin (16/9).
Hidayat Nur Wahid dalam acara pengecoran pertama pondasi pembangunan masjid Baitul Abbas Thalib di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, Senin (16/9). (MPR RI)

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo (jokowi), pada Senin, (21/10/2019).

Beredar kabar bahwa pemanggilan tersebut berkaitan dengan komposisi kabinet Jokowi - Maruf Amin mendatang.

Baca: Mahfud MD hingga Prabowo, Daftar Nama yang Tiba di Istana Jelang Pengumuman Kabinet Jokowi Jilid II

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan hak partai Gerindra dan Prabowo untuk hadir ke istana atau masuk ke dalam kabinet.

Hanya saja., keputusan tersebut pasti ada konsekuensinya.

"Itu adalah domain presiden untuk mengundang, dan itu adalah hak Gerindra untuk menerima atau tak menerima. Semua silakan lakukan hak masing-masing, rakyat akan menilai, dan rakyat akan memberikan keputusannya pada Pemiku akan datang," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senyan, Jakarta, Senin, (21/10/2019).

Ia hanya berharap keputusan yang diambil Prabowo tersebut merupakan keputusan yang terbaik.

Prabowo bisa mempertanggungjawabkan keputusannya itu dengan baik.

"Betul-betul mempertanggungjawabkan pilihannya dan amanah yang diambil betul-betul dijalankan sehingga sukses melaksanakan amanahnya," katanya.

Hidayat mengatakan partainya tidak merasa ditinggalkan dengan keputusan Gerindra bergabung ke dalam pemerintahan.

Baca: Shindong Super Junior Ingin Diet karena Berat Badannya Naik Lagi

Karena menurut Hidayat koalisi antara Gerindra dan PKS sudah bubar pasca Pemilu Presiden 2019.

"Tak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan, jadi masing-masing menjalankan policy partai dan menelaskan sikap itu kepada rakyat, dan tentu pada tuhan YME," pungkasnya.

Prabowo didampingi Edhie Prabowo

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil calon menteri Kabinet Kerja jilid ll secara bergantian.

Pantauan di lokasi, Senin (21/10/2019), sekitar pukul 16.05 WIB, Prabowo Subianto yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana bahan berwarna krem jalan menuju pintu masuk Istana.

Baca: Tak Dibahas Jokowi Saat Pidato, Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Bakal Mangkrak?

Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo yang turut mengenakan kemeja putih dan celana krem.

Keduanya tidak berbicara satu patah pun kepada awak media dan hanya melambaikan tangan saja.

Sebelumnya, Jokowi telah memanggil sejumlah orang untuk menduduki menteri seperti Erick Thohir, Wishnutama, hingga Pratikno.

Oleh sebab itu, Prabowo menjadi orang ke-12 yang dipanggil Jokowi menjelang pengumuman menteri.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan