Selasa, 14 April 2026

Kabinet Jokowi

Sektor Digital dan Industri Bisa Saling Dukung Jika Nadiem, Erick, dan Wishnutama Masuk Kabinet

Erick Thohir, Nadiem Makarim, dan Wishnutama akan membawa 'angin segar' dalam pertumbuhan sektor ekonomi digital bila menjadi pembantu Jokowi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo bersama Maruf Amin saat akan melakukan penandatanganan berita acara pelantikan Presiden pada acara Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Sidang Paripurna MPR dengan Agenda Tunggal Pengucapan Sumpah dan Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia dan Ma'ruf Amim sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti INDEF Bhima Yudhistira menyoroti nama-nama yang dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi kursi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II.

Tiga nama yang dipanggil Jokowi di antaranya Erick Thohir, Nadiem Makarim, dan Wishnutama.

Ketiga orang tersebut disebut akan membawa 'angin segar' dalam pertumbuhan sektor ekonomi digital bila menjadi pembantu Jokowi.

Apalagi penggunaan teknologi digital juga telah menyasar sektor pertanian dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Baca: Edgar Xavier Marvelo Raih Emas di Kejuaraan Dunia Wushu XV 2019

Pengembangan ekonomi digital seperti e-commerce dan fintech yang lebih meluas dan menyasar hingga ke sektor lainnya diyakini mampu meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Sebenarnya sektor digital seperti e-commerce, fintech kan supporting dari industri dan pertanian, jadi paralel pengembangannya," ujar Bhima, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Senin (21/10/2019).

Saat ini pertumbuhan e-commerce dan fintech di Indonesia memang bergerak sangat positif.

E-commerce dan fintech memiliki peranan yang saling melengkapi dari segi pendanaan dan proses cepat dalam pasokan di sektor manufaktur.

Baca: Saat Prabowo Diundang Jokowi ke Istana, Sandiaga Malah di Luar Jawa, Begini Curhatnya Lewat Twitter

Karena itu, keberadaan menteri yang paham industri ekonomi digital sangat diperlukan untuk bisa meningkatkan peluang investasi.

"Misalnya e-commerce didorong untuk memutus rantai pasok yang panjang di sektor manufaktur, pendanaan untuk usaha pertanian bisa dari fintech, jadi tidak jalan sendiri-sendiri, kolaborasi digital dan industri diperlukan," kata Bhima.

Nama Nadiem, Erick Thohir, dan Wishnutama, kata dia, tentunya mewakili kepentingan para investor dan ini bisa menjadi pertimbangan para pelaku pasar dalam berinvestasi di Indonesia.

"Sebagian mewakili kepentingan dunia dan investor usaha, khususnya di bidang ekonomi digital, tapi nama lama seperti Airlangga lebih kental nuansa politisnya dibandingkan alasan profesionalitas," kata Bhima.

Baca: Menteri Agama Lukman Hakim Hingga Menlu Retno Marsudi Hadiri Acara Santriversary di Lapangan Banteng

Bhima menilai momen pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak terlalu berpengaruh terhadap keputusan investor dalam melakukan net buy.

Karena dalam sepekan terakhir jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf, investor asing mencatatkan jual bersih (nett sells) di pasar saham sebesar Rp 1,01 triliun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved