Kata Guru Besar Unpad, Harusnya KCIC Bisa Antisipasi Keberadaan Pipa BBM

Ia menyayangkan insiden terbakarnya pipa BBM yang diduga terkena pengerjaan proyek kereta api cepat

Kata Guru Besar Unpad, Harusnya KCIC Bisa Antisipasi Keberadaan Pipa BBM
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas berusaha memadamkan kobaran api di lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di sisi Jalan Tol Purbaleunyi, Melong Asih, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019). Kebakaran diduga akibat pipa minyak milik Pertamina bocor yang terkena paku bumi proyek kereta capat. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM - Guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Profesor Ina Primiana menyayangkan insiden terbakarnya pipa BBM yang diduga terkena pengerjaan proyek kereta api cepat oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

“Akibatnya sangat fatal. Coba lihat, selain kemacetan, juga memunculkan multipler effect lain. Betapa banyak kegiatan produksi yang terhenti,” kata Ina ketika dihubungi dari Jakarta hari ini.

Menurut Ina, pengerjaan kereta cepat memang tidak boleh gegabah. PT KCIC harus melihat, jika terdapat infrastruktur seperti pipa yang sudah terlebih dahulu ada. Dan KCIC tidak bisa begitu saja memaksakan pemancangan jika di dalamnya sudah terdapat pipa.

“Yang mengherankan, jika mereka sampai tidak mengetahui bahwa di area tersebut terdapat pipa. Karena sebelum pengerjaan, mereka pasti sudah tahu apa saja yang existing,” kata dia.

Baca: Inovasi dan Kinerja Hendi Kembali Raih Apresiasi

Baca: Nyamar Jadi Hello Kity di Ultah Shakira Aurum, Cerita Denada Buat Raffi Ahmad Nangis: Aku Salut

Baca: Gus Mus Dituding Takabur Faizal Assegaf karena Dukung Susi Pudjiastuti, Begini Reaksi Nitizen

Baca: Beda Cara Farhat Abbas Beri Selamat pada Jokowi dan Prabowo, Suara Eks Nia Daniaty Jadi Sorotan

Untuk itulah Ina berharap, agar ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali. Dalam hal ini, proyek yang baru harus berhati-hati terlebih jika sebelumnya sudah terdapat infrastruktur seperti pipa. “Dan mau tidak mau, proyek baru harus menyesuaikan jika sudah terdapat pipa yang lebih dahulu ada,” lanjutnya.

Dugaan bahwa kebakaran pipa di Jalan Tol Purbaleunyi diakibatkan pengerjaan proyek kereta cepat, juga disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi. “Kereta api cepat diduga ada petugas yang sedang menancapkan benda keras terkena pipa dan meledak. Itu kejadian pukul 14.00,” kata Rudi di lokasi kebakaran.

Kebakaran pipa BBM memang terjadi di lokasi pekerjaan Kereta Cepat Jakarta Bandung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), tepatnya di Km 130 Jalan Tol Padaleunyi arah Cileunyi. Dalam siaran pers-nya, PT Jasa Marga juga menduga bahwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (22/10) pukul 14.00, diakibatkan pengerjaan proyek kereta cepat.

“Kebakaran diakibatkan adanya bored pile PT KCIC yang mengenai pipa bahan bakar Pertamina yang menghubungkan Bandung–Cilacap,” jelas Pratomo Bimawan Putra, General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Purbaleunyi, dalam siaran pers tersebut.

Penjelasan KCIC

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) angkat bicara soal insiden kebakaran pipa bahan bakar milik pertamina di samping Jalan Tol Purbaleunyi, Km 130 Cimahi-Pasir Koja, Selasa (22/10/2019).

Dilansir Kompas.com, PR & CSR Manager PT KCIC Deni Yusdiana membenarkan bahwa insiden terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi elevated yang dikerjakan oleh kontraktor KCJB.

Hingga pernyataan ini disampaikan, pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab kejadian dengan kepolisian bekerja sama dengan PT Pertamina selaku pemilik aset.

"Prioritas yang saat ini dilakukan adalah menjamin keamanan di sekitar lokasi yang dilakukan oleh kontraktor KCJB dibantu Pertamina dan pihak yang berwenang," ujar Deni, lewat pesan singkat, Selasa petang.

Deni melanjutkan, pihak KCJB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas insiden yang terjadi.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved