Kasus Makar

Habil Marati Bantah Pengakuan Penyidik Polda Metro Jaya Soal Dugaan Pembiayaan Pembelian Senjata Api

Perdebatan terjadi saat sidang pemeriksaan saksi kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Habil Marati Bantah Pengakuan Penyidik Polda Metro Jaya Soal Dugaan Pembiayaan Pembelian Senjata Api
KOMPAS.COM/CYNTHIA LOVA
Sidang Habil Marati di PN Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Habil Marati, terdakwa kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal, sempat bersitegang dengan aparat Unit 1 Jatanras Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Mada Dimas.

Perdebatan terjadi saat sidang pemeriksaan saksi kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Dalam persidangan tersebut Ipda Mada Dimas dihadirkan sebagai saksi.

Baca: Respons KPK Sikapi Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Pengrusakan Buku Merah

Dia memberikan keterangan terkait proses pemeriksaan Habil Marati, Kivlan Zen, dan Iwan Kurniawan pada tahapan penyidikan untuk kepentingan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"BAP tersebut semuanya satu rangkaian. Setahu saya, Pak Habil di BAP dua kali. Kalau tidak salah," kata Ipda Mada Dimas saat memberikan keterangan di persidangan.

Namun, Habil Marati membantah keterangan dari Ipda Mada Dimas.

Baca: Tito Karnavian Bergegas Menuju Papua Usai Rapat Bersama Pejabat Kemendagri

Dia mengaku penyidik itu tidak pernah melakukan konfrontir antara tersangka satu dengan tersangka lainnya.

"Iya jadi mungkin saudara saksi lupa. Saksi tidak pernah BAP sama saya saksi juga tidak pernah melakukan BAP konfrontir saya, Kivlan dan Iwan tak pernah terjadi itu," kata Habil.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Iwan, Ipda Mada Dimas mengungkapkan Habil Marati pernah memberikan uang senilai Rp 50 juta untuk pembelian senjata api.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved