Sabtu, 30 Agustus 2025

Kabinet Jokowi

Hari Ketiga Usai Dilantik Jadi Menteri Kesehatan, Dokter Terawan Akan Temui Direktur BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan, Dokter Terawan Agus Putranto langsung tancap gas untuk membenahi masalah jaminan kesehatan nasional yang terus mengalami defisit.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Kepala RSPAD Gatot Soebroto, dr Terawan Agus Putranto meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai Senin (21/10/2019), usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan, Dokter Terawan Agus Putranto langsung tancap gas untuk membenahi masalah jaminan kesehatan nasional (JKN) yang terus mengalami defisit.

Terawan mengatakan, Kementerian Kesehatan akan langsung melakukan pertemuan dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, Jumat (25/10/2019).

"Langkah pertama saya (membenahi BPJS) besok akan menemui Kepala BPJS. Soal bagaimananya nanti setelah saya bicara dengan apa yang terbaik solusinya," kata Terawan saat ditemui awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Baca: Alasan Jokowi Tetap Lantik Dokter Terawan Jadi Menteri Kesehatan: Rekam Jejaknya Tidak Diragukan

Baca: Raja Thailand Pecat Enam Pejabat Istana Karena Kesalahan Disiplin Parah dan Perbuatan Jahat

Baca: KPK Telisik Suap Imam Nahrawi Lewat Istrinya

Selain BPJS Kesehatan, Terawan juga akan secara bertahap menjajaki pertemuan dengan sejumlah kementerian lainnya.
Satu di antaranya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Tapi harus satu persatu siapa yang punya waktu duluan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, defisit yang dialami BPJS Kesehatan diprediksi akan semakin membengkak hingga akhir tahun.

Kemenkeu memprediksi akumulasi defisit yang dialami hingga akhir tahun 2020 akan menyentuh angka Rp 32 triliun.

Alasan Jokowi

Presiden Jokowi melantik Dokter Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan (Menkes), Rabu (23/10/2019) meskipun Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat mempermasalahkannya.

MKEK IDI sebelumnya meminta Presiden Jokowi tidak melantik Dokter Terawan karena sedang menerima sanksi atas pelanggaran etik kedokteran.

Jokowi pun menjelaskan pertimbangannya tetap melantik Dokter Terawan.

Baca: Raja Thailand Pecat Enam Pejabat Istana Karena Kesalahan Disiplin Parah dan Perbuatan Jahat

Jokowi menjelaskan Dokter Terawan memiliki kemampuan manajemen yang baik dalam memimpin sebuah organisasi.

Hal tersebut dibuktikan ketika Dokter Terawan menjadi Kepala RSPAD Gatot Subroto.

Selain itu, Dokter Terawan menjabat sebagai ketua dokter militer dunia.

"Seorang menteri harus memiliki kemampuan manajemen, baik manajemen anggaran, manajemen personalia, hingga manajemen distribusi anggaran agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," kata Jokowi, Kamis (24/10/2019).

Baca: Prabowo Masuk Kabinet, Mahfud MD Singgung Soal Sumpah dan Kecairan: Rasanya Hubungan Tuh Enak

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan