Kabinet Jokowi

Cerita Ma'ruf Amin Diuji Jokowi Dengan Kegiatan Padat Setelah Dilantik Jadi Wakil Presiden

Wakil Presiden Maruf Amin bercerita tentang kegiatannya yang padat sejak dilantik menjadi Wakil Presiden.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden Maruf Amin hadir dalam acara Silaturahmi dan Tasyakuran atas terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI periode 2019-2024, di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat malam (25/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin bercerita tentang kegiatannya yang padat sejak dilantik menjadi Wakil Presiden.

Cerita tersebut ia sampaikan dihadapan ratusan relawannya, di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (25/10/2019) malam.

Ia menyebut, Presiden Jokowi sedang menguji soal kebugaran tubuhnya, lantaran banyak pihak yang memandang dirinya tidak bisa banyak melakukan kegiatan.

Mantan Rais Aam PBNU tersebut menuturkan, sejak hari pertama menjadi wakil presiden, ia langsung bertolak menuju Jepang mewakili Presiden Jokowi menghadiri pelantikan kaisar Jepang.

Baca: Perangkat lunak untuk menguntit kini makin banyak - Saya heran, suami tahu rincian kegiatan pribadi saya

Baca: Panglima TNI dan Mendagri Kunjungi Papua Cek Situasi dan Kondisi Jelang Kunjungan Presiden Jokowi

Baca: Terbakar Api Cemburu, Pria di Bangkalan Pulang Dari Perantauan Lalu Bunuh Tetangganya

"Dilantik jadi wapres langsung mewakili presiden di pelantikan kaisar Jepang, tidak bernafas lagi langsung ke Jepang datang malam Senin, Selasa pagi berkegiatan dan pulang lagi Selasa malam ke Tanah air," kata Maruf Amin.

Tak sampai di situ, setibanya di Indonesia Rabu (23/10/2019) pagi, Maruf Amin langsung mengikuti kegiatan pelantikan Menteri, mengikuti sidang kabinet perdana pada hari Kamisnya, dan Jumatnya mengikuti pelantikan wakil menteri.

"Pak Jokowi menguji saya, apakah kuat saya mengikuti begitu banyak kegiatan," kata Maruf Amin.

Ia meminta, agar didoakan lancar mengemban tugas sebagai Wakil Presiden.

"Saya mohon doanya, saya bisa melaksana tugas-tugas ini. Banyak orang meragukan pak Kiai sudah tua, saya bilang, siapa bilang saya muda memang sudah tua. Tapikan saya bilang kata WHO tua itu dari umur 80 ke atas, antara 60-80 itu belum tua baru setengah baya, jadi kalau saya baru setengah baya," ucap Ketua MUI non aktif ini.

Halaman
1234
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved