BKN Sebut Materi Radikalisme Masuk Dalam Pelatihan Dasar CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana membenarkan materi soal radikalisme akan diakomodasi pihaknya.

BKN Sebut Materi Radikalisme Masuk Dalam Pelatihan Dasar CPNS
Tribunnews.com
Ilustrasi: Pendaftaran calon PNS 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana membenarkan materi soal radikalisme akan diakomodasi pihaknya.

Namun, kemungkinan akomodasi tersebut hanya sebatas pada saat pelatihan dasar CPNS 2019.

"Mungkin diakomodasi dalam pelatihan dasar," kata Bima di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Ia mengatakan semestinya materi radikalisme tersebut dimasukkan dalam tes wawasan kebangsaan (TWK).

Baca: Kemendes Terjunkan Pendamping Desa Cek Kebenaran Informasi Soal Desa Tak Berpenghuni

Mengingat ada keterbatasan tempat dalam soal TWK, paling mungkinkan memasukkannya dalam materi pelatihan dasar.

"Soal TWK-nya sudah sangat terbatas jadi mungkin dalam pelatihan dasarnya. Mungkin akan ada tapi sedikit," ucapnya.

Berkenaan dengan sejauh mana efektifitas materi radikalisme di pelatihan dasar CPNS, dengan pencegahan masuknya peserta CPNS berpaham radikal, Bima mengakui bahwa hal itu kurang efektif untuk saat ini.

Baca: Menteri Kesehatan Dorong Rumah Sakit Rekanan BPJS Kesehatan Terapkan Digitalisasi Layanan

"Kayaknya nggak (efektif). Mungkin di pelatihan dasarnya akan kita cari. Tapi mungkin ke depan (akan lebih efektif), sekarang belum," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo di Yogyakarta, pada Senin (4/11) kemarin, mengatakan ada rencana upaya pencegahan radikalisme dalam perekrutan CPNS. Materi tersebut bakal diakomodasi dalam soal tes wawasan kebangsaan (TWK).

Namun katanya materi terkait radikalisme dalam soal TWK masih berskala kecil.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved