Polemik APBD DKI Jakarta

Akar Masalah APBD DKI Jakarta, Anies Baswedan Dituding Enggan Meluangkan Waktu Menyisir Anggaran

Polemik APBD DKI Jakarta tak kunjung usai, Anies Baswedan dituding akar permasalahannya adalah ia tak mau meluangkan waktu menyisir anggaran.

Akar Masalah APBD DKI Jakarta, Anies Baswedan Dituding Enggan Meluangkan Waktu Menyisir Anggaran
Screenshot YouTube Mata Najwa
Buntut Polemik APBD DKI Jakarta, Anies Baswedan Dituding Enggan Meluangkan Waktu Menyisir Anggaran 

TRIBUNNEWS.COM - Polemik APBD DKI Jakarta memasuki babak baru.

Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP, Ima Mahdiah mengungkapkan bahwa akar permasalahannya adalah Gubernur Anies Baswedan tidak mau meluangkan waktu menyisir anggaran.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam program Mata Najwa, Rabu (6/11/2019) malam.

Saat itu, Najwa Shihab selaku pembawa acara menanyakan apakah dari DPRD DKI Jakarta sudah menerima KUA-PPS terbaru sesuai arahan dari Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.

"Belum, belum diterima, yang diminta oleh Ketua DPRD itu adalah KUA-PPS yang sudah 89 triliun yang terbaru," ujar Ima.

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Ima Mahdiah saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Ima Mahdiah saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Ima menjelaskan jika menurutnya, Gubernur Anies Baswedan tidak bisa menyalahkan sistem e-Budgeting karena sistem itu sudah banyak mendapatkan penghargaan

"Disini kalau menurut saya dari semua permasalahan itu pak gubernur tidak bisa menyalahkan sistem, karena kita tahu sistem e-Budgeting itu sudah di akui oleh KPK, dapet penghargaan dari Bappenas, dan sudah di duplikasi oleh kota-kota lain, Kemendagri pun mengeluarkan sekitar bulan Oktober seluruh provinsi akan memakai e-Budgeting," ujarnya.

Ima pun melanjutkan bahwa menurutnya akar permasalahan dari polemik APBD DKI Jakarta adalah Gubernur Anies Baswedan tidak mau meluangkan waktunya untuk menyisir anggaran.

"Dari sini menurut saya permasalahannya adalah pak Anies Baswedan tidak mau meluangkan waktunya untuk menyisir anggaran, maka dari itu yang kaya pasir itu muncul," ujar Ima.

Tidak hanya menyebut Anies Baswedan enggan meluangkan waktu menyisir anggaran, ia pun membandingkan dengan gubernur sebelumnya yakni, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kalau dulu pak Ahok beliau itu dari satu hari itu bisa 13 jam menyisir sendiri karena apa jangan sampai satu rupiah pun itu bisa hilang karena anggaran itukan uang rakyat, kita bertanggung jawab kepada masyarakat. Itu yang menurut saya akar permasalahan dari pak Anies," ujar Ima.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved