Dihapus Gus Dur, Jabatan Wakil Panglima TNI kembali Dihidupkan Jokowi, Diajukan dari 2015

Presiden Jokowi menghidupkan kembali jabatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia setelah sebelumnya dihapus oleh Presiden ke-4 RI, Gus Dur.

Dihapus Gus Dur, Jabatan Wakil Panglima TNI kembali Dihidupkan Jokowi, Diajukan dari 2015
(KOMPAS / TOTOK WIJAYANTO)(TRIBUN NEWS / HERUDIN)
Presiden Jokowi menghidupkan kembali jabatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia setelah sebelumnya dihapus oleh Presiden ke-4 RI, Gus Dur. 

Selain itu hadir pula Wakil Kapolri (Plt. Kapolri) Komjen Pol. Bardodin Haiti, Menkumham Yasonna H. Laoly, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto.

Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno, dalam rapat tersebut TNI-Polri mengajukan struktur organisasi baru yang disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Namun, Presiden tidak langsung memutuskan karena akan dipelajari lebih lanjut.

Panglima TNI saat itu Jenderal Moeldoko juga mengakui telah mengajukan usulan organisasi baru TNI.

Satu di antaranya akan ada Wakil Panglima TNI.

Tedjo Edhi Purdijatno juga menyebut rapat kala itu masih membahas perencanaan.

Sementara itu pembahasan tersebut termasuk satu rencana strategi (resntra) lima tahun.

Kurang dari lima tahun dari rapat tersebut, Jokowi telah meneribatkan Perpres yang di dalamnya mengatur adanya lagi jabatan Wakil Panglima TNI.

Komentar Prabowo

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai dilantik Presiden Joko Widodo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai dilantik Presiden Joko Widodo (KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan komentar atas Perpres tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved