Sabam Sirait: Langkah Jokowi-Prabowo Bisa Jadi Contoh Persatuan

Menurut Sabam, tentu saja Presiden Joko Widodo yang lebih tahu mengapa menjadikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Sabam Sirait: Langkah Jokowi-Prabowo Bisa Jadi Contoh Persatuan
Istimewa/Tribunnews.com
Politisi senior yang juga anggota DPD RI Sabam Sirait bersama para senator RI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjadi oposisi atau menjadi bagian dari pemerintahan sama baiknya selama bertujuan untuk membangun Indonesia sebagaimana ada dalam amanat pembukaan UUD 1945.

Demikian disampaikan politisi senior yang juga senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Sabam Sirait, saat diwawancara terkait dengan masuknya Prabowo Subianto ke dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, di kediamannya di kawasan Bintaro, Jakarta pada Sabtu (9/11/2019).

"Mau dalam pemerintahan, atau mau oposisi, itu sama mulianya. Asal sama-sama bekerja untuk memperjuangkan maunya rakyat," kata Sabam, yang sudah malang-melintang berpolitik bersama 7 Presiden sejak zaman Bung Karno hingga Jokowi.

Menurut Sabam, tentu saja Presiden Joko Widodo yang lebih tahu mengapa menjadikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Pun demikian, Prabowo sendiri juga yang lebih tahu mengapa ia mau masuk ke dalam Kabinet Indonesia maju padahal menjadi rival Jokowi saat Pilpres.

"Semoga ini bisa menjadi contoh buat masyarakat bahwa persatuan itu penting," ungkap Sabam.

Deklarator PDI pada tahun 1973 ini, sebelum kemudian berubah menjadi PDI Perjuangan di tahun 1999, mengatakan bahwa ayah Prabowo bernama Sumitro juga pernah menjadi Menteri Keuangan Presiden Soekarno.

"Namun ini juga penting bagi Prabowo, dia harus benar-benar mau membantu Jokowi dengan tulus dan benar. Menteri itu kan pembantu Presiden. Apa gagasan dan konsep dia dalam menjalankan jabatan ini, publik harus tahu," jelas Sabam.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved