Heboh Temuan Desa Fiktif, ICW Beberkan Data Ratusan Kasus Korupsi Anggaran Desa

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha, meminta pemerintah serius menindaklanjuti temuan desa fiktif.

Heboh Temuan Desa Fiktif, ICW Beberkan Data Ratusan Kasus Korupsi Anggaran Desa
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Tiga pembicara Indonesia Corruption Watch (ICW), (kiri-kanan) Kurnia Ramadhana, Almas Sjafrina, dan Egi Primayogha, di kantor ICW, Jl Kalibata Timur IV D, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha, meminta pemerintah serius menindaklanjuti temuan desa fiktif.

Menurut dia, pemerintah harus melakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak hanya mencakup desa-desa yang terindikasi fiktif yang namanya sudah tersebar di masyarakat luas.

"Dalam hal pendataan, semestinya Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa PDTT bertanggungjawab. Verifikasi perihal data desa penting untuk dilakukan agar dana desa yang tersalurkan tak salah sasaran atau disalahgunakan," kata Egi, dalam keterangannya, Minggu (17/11/2019).

Berdasarkan catatan ICW, sebanyak 252 kasus korupsi penggunaan anggaran desa terjadi selama 2015-2018.

Baca: Bahas Optimalisasi Dana Desa, Mendes PDTT Kunjungi Menteri Tito di Kemendagri

Jumlah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2015 terdapat 22 kasus, pada tahun 2016 meningkat menjadi 48 kasus, pada tahun 2017 dan 2018 meningkat menjadi 98 dan 96 kasus.

Sejumlah modus dari korupsi anggaran desa, seperti penyalahgunaan anggaran, laporan fiktif, penggelapan, penggelembungan anggaran, dan suap.

Baca: Penduduk Desa Fiktif Menurut Temuan Sri Mulyani Tak Sampai 100 Jiwa

Dia mengungkapkan temuan korupsi anggaran desa dan terungkapnya desa fiktif terjadi karena masalah pendataan desa yang tidak akurat pada tingkat pemerintah daerah.

Seharusnya, pemerintah daerah melakukan pengawasan, pembinaan, dan sinergi antar instansi.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved