Bom di Mapolrestabes Medan

Teroris Disebut Sudah Incar Aparat Kepolisian Sebagai Target Sejak 2010 Silam

Hal tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan baik dikalangan masyarakat, pengamat dan kalangan aparat itu sendiri

Teroris Disebut Sudah Incar Aparat Kepolisian Sebagai Target Sejak 2010 Silam
Tribun Medan/Danil Siregar
Tim gabungan Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di Mapolrestabes Medan pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangan bom bunuh diri kembali menyasar target kepolisian pada Rabu (13/11/2019) di Mapolrestabes Medan seakan menggenapkan serangkaian serangan pada aparat belakangan ini.

Hal tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan baik dikalangan masyarakat, pengamat dan kalangan aparat itu sendiri.

Pengamat Gerakan Islam dari UIN Jakarta, M. Zaki Mubarak mengatakan sejak tahun 2010 sekiranya ada lebih dari 70 persen serangan teroris yang menyasar aparat polisi maupun kantor polisi.

"Ada doktrin yang sangat jelas kurang lebih 10 tahun terakhir di kalangan jihadis. Mereka menyatakan bahwa sasaran utama adalah aparat berbaju cokelat" ujarnya, Sabtu (16/11/2019).

Baca: Cerita Orangtua yang 3 Anaknya Jadi Terduga Teroris Bom Medan: Kok Kalian Jadi Begini

Zaki mengatakan pola tersebut memang sedikit aneh, karena doktrin ISIS tidak menyebut secara spesifik kalau polisi yang menjadi sasaran.

Ia berujar dari pernyataan Muhammad Al Adnani, juru bicara ISIS di Suriah beberapa tahun mengatakan agar pendukung ISIS dimana saja untuk menyerang para den zionis.

"Muhammad Al Adnani, juru bicara ISIS di Suriah beberapa tahun mengatakan agar pendukung ISIS dimana saja untuk menyerang yang disebut sebagai para den zionis, tapi dalam konteks di Indonesia itu ada semacam nuansa lokal" lanjutnya.

Akan tetapi Zaki berujar, Aman Abdurrahman seorang idelog JAD, pendukung ISIS yang ada Indonesia secara eksplisit menyatakan bahwa proritas nomor satu yang akan kami serang adalah aparat berbaju cokelat.

Zaki juga menyebutkan serangkaian teror yang terjadi yang menargetkan aparat polisi dan kantor kepolisian.

Baca: Dengar Identitas Pengantin Bom Mapolrestabes Medan Ketahuan, Andre Langsung Menghilang

"Dari kasus M. Syarif di Cirebon yang bunuh diri di masjid (masjid polisi), betul masjid polisi tapi yang disasar itu polisinya. Kemudian beberapa bulan terakhir di Surabaya, di Polsek Wonokromo, kemudian terakhir di Medan yang kemarin terjadi sasarannya juga polisi" ujarnya.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved