Senin, 1 September 2025

Ahok Masuk BUMN

Erick Thohir Ungkap Ahok Setuju Keluar dari PDIP saat Resmi Jabat Komisaris Utama Pertamina

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Ahok setuju keluar dari partai politik setelah bergabung dengan BUMN.

Penulis: Nuryanti
Editor: Ifa Nabila
Tangkapan Layar Kompas TV
Erick Tohir resmi mengajak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Jumat (22/11/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok setuju keluar dari PDIP setelah bergabung dengan BUMN.

Diketahui, Ahok ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (persero), yang diumumkan Erick Thohir pada Jumat (22/11/2019).

Posisi Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina ini menggantikan posisi Tanri Abeng.

"Pak Basuki akan jadi Komisaris Utama dari Pertamina," ujar Erick Thohir di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Kompas TV.

Kembali membahas terkait pegawai perusahaan BUMN yang tidak boleh tergabung dalam partai politik, Erick menegaskan untuk segera mundur dari partai politik, termasuk para direksi.

"Di BUMN apalagi direksi itu harus mundur dari partai," ujarnya.

Ditanya terkait tanggapan dari Ahok mengenai kebijakan tersebut, Erick menyampaikan jika Ahok sudah menyetujuinya.

"Iya dong (Ahok setuju), semua nama yang sudah diajak bicara, pasti kita kasih tau dari awal ini," jelasnya.

"Tentu independensi dari BUMN sangat dipentingkan," lanjut Erick.

Menurutnya, orang-orang yang tergabung dalam BUMN sudah tahu risiko yang akan mereka putuskan.

"Saya rasa orang-orang yang punya etikat baik, pasti taulah resiko bagaimana mengabdi kepada negara," kata dia.

Sebelumnya, Ahok mengatakan akan tetap menjadi kader PDIP meskipun nanti ia menjabat sebagai bos BUMN.

"Kalau secara peraturan yang tidak boleh itu pengurus partai dan anggota dewan, saya kan hanya kader emangnya PDIP partai terlarang? Enggak kan?" ujar Ahok usai menghadiri acara di sekolah Ipeka Puri Indah, Jakarta Barat, Jumat (15/11/19), dikutip dari Kompas TV.

"Enggak dong kalau peraturannya enggak, saya tetap anggota partai, ya kan?" lanjutnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan akan setia menjadi anggota PDIP.

"Saya setia sama PDI Perjuangan kok, anggota ya tapi," ujar Ahok.

Erick Thohir menyampaikan, nantinya Ahok akan didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Sadikin yang diamanahi sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina.

"Lalu didampingi Pak Wamen, Pak Budi Sadikin, jadi wakil komisaris utama," lanjut Erick.

Sementara itu, posisi Direktur Keuangan Pertamina akan diisi oleh Emma Sri Martini.

Sebelumnya Emma menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel.

"Lalu, nanti juga akan ada Direktur Keuangan yang baru, ibu Emma yang sebelumnya dirut Telkomsel," jelas Erick.

Emma menduduki posisi direktur keuangan yang sebelumnya dijabat oleh Pahala Mansury.

Saat ini Pahala Mansury juga mendapat tugas baru sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN).

Erick Thohir menyampaikan, para direksi perusahaan BUMN diharapkan mempunyai akhlak yang baik.

Artinya bisa mengatur perusahaan dengan baik, dan juga dibarengi dengan gaya hidup yang baik.

"Jadi diharapkan juga temen-temen direksi juga punya akhlak yang baik," ujarnya.

"Saya sudah memberikan contoh me-manage perusahaan-perusahaan sebesar itu, kalau akhlaknya tidak bagus apalagi ini amanah yang diberikan oleh kita semua, termasuk saya, Pak Presiden, dan rakyat," lanjutnya.

Menurutnya, penempatan posisi di perusahaan sebagai pimpinan adalah sebuah tanggung jawab.

Erick sebagai Menteri BUMN tidak ingin para pimpinan itu tidak mempunyai rasa empati dalam dirinya.

"Nah ini juga bagian tanggung jawab mereka sebagai pimpinan," katanya.

"Saya tidak ingin juga, direksi BUMN ini tidak punya empati, dalam arti perusahaannya tidak baik, gaya hidupnya tetap," lanjut Erick.

Ia juga berujar untuk tidak berpikiran negatif kepada para pimpinan perusahaan yang mendapat pendapatan lebih ketika perusahaannya mendapat keuntungan.

"Kalau memang perusahaannya untung ya itu hak, kita nggak boleh ketika mereka melakukan haknya terus kita gunjingkan, tidak boleh," ujarnya.

Erick Thohir berencana memimpin rapat bulanan 30 perusahaan, dengan mengundang semua direksi utama dan komisaris utama secara dalam satu waktu.

"Rapat bulanan untuk 30 perusahaan akan saya lakukan langsung oleh saya, dimana saya mengundang dirut dan komut secara bersamaan," ungkapnya.

Harapannya, rencana Erick itu bisa mencegah timbul sebuah drama dalam tiap perusahaan BUMN.

"Jadi saya nggak mau ada drama-drama di dalam perusahaan ya, komut menjelekkan dirut, dirut menjelekkan komut, saya nggak mau," jelasnya.

"Kita rapat bersama, kalau nggak mau ada perbedaan, ayo kita duduk," lanjut Erick Thohir.

Ia menilai dengan adanya rapat bersama antara para direksi utama dan komisaris utama, keduanya bisa berjalan beriringan.

"Karena tidak mungkin direksi berjalan tanpa dukungan komisaris, komisaris bukan direksi, yang melakukan kerja harian itu kan direksi," jelas Erick.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan